Emiten susu Ultra, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) menggelontorkan investasi baru sebesar Rp 1,14 triliun untuk memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perseroan saat ini diketahui memiliki pabrik yang disebut akan mendukung produksi susu UHT program MBG.
Ultrajaya pengoperasian pabrik baru di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, sejak 8 Desember 2025. Pabrik tersebut memiliki tiga lini produksi susu UHT dengan kemasan 125 ml dan 200 ml untuk mendukung pemenuhan kebutuhan MBG pada Maret 2026.
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan industri pengolahan susu berperan penting untuk menjamin ketersediaan pangan bergizi, termasuk program MBG. Pemerintah juga berupaya meningkatkan kapasitas produksi susu dengan penerapan teknologi industri 4.0.
“Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku. Pemerintah memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri,” kata Agus dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).
Pabrik milik Ultrajaya sendiri telah menerapkan teknologi Automated Guided Vehicle (AGV), autopilot forklift, Manufacturing Execution System (MES), hingga sistem manajemen gudang berbasis Automated Storage and Retrieval System (ASRS).
Pabrik ini juga dilengkapi fasilitas pengolahan limbah cair melalui Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan sistem ultrafiltration, yang memungkinkan proses daur ulang limbah cair. Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika, mengatakan pabrik Ultrajaya telah memenuhi teknologi industri 4.0.
“Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti dapat meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk,” ujarnya.
Sementara dari sisi hulu, Ultrajaya mengelola dua peternakan sapi perah di Bandung dan Sumatera Utara dengan total populasi sekitar 7.000 ekor sapi perah. Perseroan juga berencana menambah investasi untuk 4.000 ekor sapi perah untuk memperkuat pasokan susu.
Selanjutnya, Kemenperin mendorong Ultrajaya untuk meningkatkan pemanfaatan susu segar untuk memenuhi target program MBG. Pemerintah juga mendorong perseroan untuk mengikuti seleksi National Lighthouse Industry 4.0 sebagai percontohan industri pengolahan susu berbasis teknologi dan otomasi.
