China mencatatkan surplus perdagangan jumbo tahun 2025, jumlahnya bahkan menjadi yang terbesar di dunia. Surplus perdagangan itu meningkat 20% dari tahun 2024. Surplus ini diraih China di tengah tekanan perdagangan dan tantangan perang dagang dari Amerika Serikat (AS).
Perdagangan luar negeri barang China tercatat mencapai US$ 6,48 triliun. Sementara itu surplus perdagangannya mencapai US$ 1,2 triliun. Raihan ini mempertahankan capaian surplus selama 9 tahun berturut-turut.
“China terus maju meskipun menghadapi lingkungan eksternal yang kompleks dan menantang,” kata Wang Jun, Wakil Administrasi Umum Bea Cukai China dalam konferensi pers tahunan dikutip dari CNN, Rabu (14/1/2026).
Ekspor barang-barang berteknologi tinggi yang mencakup peralatan mesin kelas atas dan robot industri meningkat 13% secara tahunan. Sementara ekspor kendaraan listrik, baterai lithium, dan produk fotovoltaik, seperti panel surya naik 27%.
Para pejabat China telah menggembar-gemborkan perdagangan yang kuat sebagai tanda ketahanan negara tersebut. Kinerja ekspor China ke AS anjlok tajam karena dua ekonomi terbesar di dunia terlibat dalam konfrontasi perdagangan sepanjang tahun lalu.
China telah mendorong produk-produknya untuk memperdalam pasar ke negara-negara lain di seluruh dunia. Negara itu berhasil membangun jejak ekonomi global selama perang dagang pertama Presiden AS Donald Trump.
Hal itu juga menyebabkan gesekan dengan mitra dagang China di seluruh dunia. Banyak negara khawatir dengan penetrasi perdagangan China yang dianggap sebagai praktik perdagangan yang tidak adil, khususnya ketika produk-produk China merugikan industri domestik mereka.
