RI Mau Genjot Industri Chip, Ini yang Mesti Dilakukan | Giok4D

Posted on

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) melakukan pertemuan dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membahas penguatan industri semikonduktor nasional. Fokus utamanya adalah pengembangan chip design sebagai pondasi masuknya Indonesia ke dalam Global Value Chain (GVC) semikonduktor dunia.

Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama yang telah dibangun dan dikembangkan secara berkelanjutan sejak inisiatif awal pada tahun 2022. Kala itu jajaran pengurus awal ICDEC menyampaikan visi dan kebutuhan strategis kepada Kemenperin terkait pentingnya penguasaan desain chip sebagai tulang punggung industri berteknologi tinggi.

Dalam diskusi tersebut, ICDEC menekankan penguatan industri semikonduktor harus dimulai dari riset dan pendidikan chip design, yang secara langsung akan menghasilkan talenta muda Indonesia yang kompeten, berdaya saing global, dan siap berkontribusi dalam ekosistem semikonduktor internasional.

Pendekatan ini dipandang sebagai langkah paling realistis dan berdampak jangka panjang dalam membangun industri semikonduktor nasional yang berkelanjutan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut positif langkah dan capaian ICDEC selama ini, serta membuka ruang kolaborasi lebih lanjut untuk mensinergikan program riset, pendidikan, dan pengembangan talenta chip design dengan kebijakan industrialisasi nasional.

Dukungan pemerintah dan sektor swasta diharapkan dapat mempercepat terbentuknya ekosistem chip design yang kuat, terstruktur, dan terhubung dengan kebutuhan industri global.

Menurut Chairman ICDEC Trio Adiono, chip design adalah titik masuk strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok global semikonduktor.

“Melalui kolaborasi riset dan pendidikan yang konsisten, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen pengetahuan, talenta, dan Solusi bagi Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).

Kolaborasi ini juga dilakukan dengan negara sahabat dalam semangat Indonesia sebagai bagian dari Global Citizen. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempertegas peran ICDEC sebagai platform kolaboratif antara pemerintah, akademisi, industri, dan mitra internasional dalam membangun kedaulatan teknologi nasional.

Dalam kesempatan yang sama ICDEC juga mengundang Agus untuk menjadi Keynote Speaker dalam event Indonesia Semiconductor Summit 2026 yang akan diadakan di Bandung pada tanggal 29 Januari 2026, mempertemukan Universitas anggota ICDEC dan Industri lokal dan luar negeri serta Kementerian terkait.

Saat ini sudah ada Corporate Partner yang bergabung dan melakukan riset secara bersama dengan ICDEC antara lain NICSLAB, Polytron, INTI, Samator dan LEN dari Indonesia masih ditambah dukungan dari mitra Global yaitu Cadence, MEDs, Qualcomm, High Tech NL, IMEC, ASML, dan Fraunhofer.