Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan sebanyak 90% atau 493 daerah saat ini masih memiliki kapasitas fiskal yang lemah. Hanya 26 daerah atau 5% yang kapasitas fiskalnya kuat dan 27 daerah atau 5% dengan kapasitas fiskal sedang.
Tito mengatakan kapasitas fiskal yang kuat ditandai dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih tinggi dari pendapatan transfer pusat. Semua daerah diharapkan bisa mandiri fiskal agar tidak lagi bergantung kepada transfer pusat.
“Kita sangat berharap daerah-daerah ini mandiri fiskal yang ditandai dengan pendapatan asli daerahnya tinggi, melebihi dari transfer pusat. Jadi nggak bergantung kepada pusat,” kata Tito dalam acara Semangat Tahun Baru 2026, Rabu (14/1/2026).
Tito menyebut sebanyak 493 daerah masih sangat mengandalkan pemerintah pusat karena PAD-nya rendah. Terdapat beberapa penyebab PAD rendah, salah satunya sektor swasta yang tidak hidup.
“Ada daerah-daerah yang sangat mengandalkan pemerintah pusat karena PAD-nya rendah. Kenapa PAD-nya rendah? Karena dunia swastanya nggak hidup. Makanya kita mendorong semua daerah agar mereka bisa mengembangkan dunia swasta,” ucap Tito.
Dalam hal ini Tito mendorong agar kepala-kepala daerah bisa berpikir bagaimana cara mencari PAD lebih banyak. Salah satunya dengan mendorong peran swasta melalui kemudahan, kepastian dan transparansi dalam perizinan.
“Sekarang sebagian besar saya lihat kepala daerah berpikirnya ngarepin dari pusat, terus mikirin belanjanya, nanti dari belanja ini bocor lagi. Jadi berpikirlah lebih banyak gimana nyari pendapatan, ini membutuhkan kreativitas salah satunya mempermudah perizinan,” beber Tito.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Tonton juga video “Kata Mendagri soal Wacana Pilkada Lewat DPRD”
