30 Ribu Ha Tambak di Sumatera Hancur, Trenggono Minta Tambahan Rp 1,71 T

Posted on

Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono mengakui bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat memberikan pukulan telak bagi sektor kelautan dan perikanan. Dampak bencana ini menyasar langsung ke penghidupan masyarakat pesisir.

Pria yang akrab disapa Trenggono menyampaikan sebanyak 8.368 nelayan dan 27.879 pembudidaya ikan yang terdampak dari bencana tersebut. Tak hanya itu, kerusakan infrastruktur perikanan juga sangat masif. Ribuan kapal dilaporkan rusak hingga hilang terseret bencana.

“Unit pengolah ikan ada 1.431, kapal yang rusak karena hilang juga karena rusak dan juga karena kehilangan alat tangkap itu ada 3.612. Kemudian yang cukup luas disini adalah tambak ikan, tambak dan kolam ikan itu sekitar 30.723 hektare, dan UPI yang rusak ada 396,” ujar Trenggono saat Rapat Kerja bersama dengan Komisi IV DPR, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026).

Lebih lanjut, pihaknya kini berfokus pada pemulihan ekonomi masyarakat. Kini, KKP sudah menyiapkan sejumlah rencana yang dibagi menjadi dua intervensi utama.

Pertama, rehabilitasi infrastruktur, rehabilitasi dermaga, gedung prasarana pendukung perikanan tangkap, tambak budidaya, serta bangunan unit pengolahan ikan yang rusak. Kedua, bantuan sarana usaha, pengadaan kapal, mesin, alat tangkap, benih, pakan agar nelayan dan budidaya bisa segera kembali berproduksi. Untuk merealisasikan hal tersebut, Trenggono mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 1,71 triliun.

“Berdasarkan perhitungan teknis, total estimasi kebutuhan anggaran untuk pemulihan sektor kelautan dan perikanan di Sumatera adalah sebesar Rp1,71 triliun,” tambah Trenggono.