Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan konsorsium gubernur dari negara bagian timur laut meminta operator jaringan listrik terbesar Paman Sam, PJM, untuk segera mengadakan lelang kapasitas darurat. Hal ini dimaksudkan untuk menekan kenaikan tarif listrik imbas proyek kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Untuk diketahui, di Amerika lelang kapasitas dimaksudkan untuk memastikan pasokan listrik mencukupi selama periode beban puncak, seperti saat cuaca ekstrem. Artinya hanya perusahaan yang ikut serta dalam lelang yang dapat menerima aliran listrik untuk kemudian disalurkan kembali ke pelanggan rumah atau perusahaan.
Sementara pembangunan data center atau pusat data besar-besaran oleh raksasa teknologi untuk pengembangan AI telah mendongkrak konsumsi energi di daerah sekitarnya. Alhasil membuat harga lelang semakin tinggi, dan mau tak mau perusahaan penyalur listrik harus menaikkan tarif pelanggan karena modal yang besar.
Hal inilah yang kemudian membuat harga tarif listrik di sebagai wilayah Paman Sam naik cukup signifikan. Bahkan pada Agustus 2025 lalu, tagihan listrik warga AS tercatat naik 6% dibanding tahun sebelumnya.
Melansir CNN, Sabtu (17/1/2026), dalam lelang tersebut perusahaan teknologi AS dapat mengajukan penawaran kontrak 15 tahun untuk suplai listrik dari pembangkit yang baru dibangun. Meskipun lelang listrik merupakan praktik standar dan rutin, lelang tersebut biasanya hanya dibuka untuk kontrak jangka waktu pasokan listrik satu tahun dan hanya ditujukan kepada perusahaan utilitas publik dan perusahaan listrik swasta.
Artinya lelang kapasitas listrik dadakan yang diusulkan ini sangat tidak biasa baik karena durasi kontrak yang luar biasa panjang maupun karena akan terbatas pada perusahaan teknologi yang membangun pusat data yang membutuhkan banyak energi. Menunjukkan bagaimana upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menekan kenaikan tarif.
Sementara miliaran dolar yang terkumpul dari lelang tersebut diminta agar nantinya dapat digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik baru di sekita wilayah yang akan digunakan oleh perusahaan teknologi untuk memenuhi permintaan energi mereka. Dengan begitu sumber listrik untuk pusat-pusat data raksasa teknologi ini akan terpisah dari pembangkit yang digunakan untuk suplai energi masyarakat umum.
“Energi tidak dapat dipisahkan dari perekonomian kita,” kata Menteri Dalam Negeri Doug Burgum dalam konferensi pers pada Jumat (16/1) waktu setempat.
“Energi adalah inti dari dukungan energi yang andal, terjangkau, dan aman untuk menekan inflasi dan membuat segala sesuatu lebih terjangkau bagi setiap warga Amerika,” terangnya lagi.
Lelang tersebut yang direncanakan dapat membantu menambah pasokan listrik yang sangat dibutuhkan di sekitar wilayah pusat-pusat data tersebut dan menurunkan biaya bagi 67 juta penduduk yang dilayani oleh jaringan listrik PJM.
“Memastikan rakyat Amerika memiliki listrik yang andal dan terjangkau adalah salah satu prioritas utama Presiden Trump, dan ini akan memberikan bantuan jangka panjang yang sangat dibutuhkan bagi wilayah Atlantik Tengah,” kata juru bicara Gedung Putih, Taylor Rogers.
