Bank Mandiri menyalurkan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 100 (seratus Rupiah) per saham dengan total nilai Rp 9,3 triliun kepada pemegang saham. Langkah ini mencerminkan fundamental, likuiditas terjaga, dan konsistensi kinerja Bank Mandiri dalam memberi nilai tambah bagi pemegang saham.
Hal ini juga memperkuat peran perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagaimana diumumkan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Mandiri dengan kode emiten BMRI membagikan dividen interim kepada para pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 7 Januari 2026.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan dividen interim dibagikan dengan mempertimbangkan permodalan solid dan likuiditas terjaga, sehingga Bank Mandiri tetap memiliki ruang untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
“Pembagian dividen interim ini menjadi bukti konsistensi Bank Mandiri dalam memberikan nilai optimal bagi para pemegang saham, sejalan dengan pengelolaan kinerja dan fundamental perseroan yang tetap solid,” ujar Riduan dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/1/2026).
Pembagian dividen interim ini mencerminkan kontribusi Bank Mandiri kepada negara melalui Danantara Indonesia sebagai pemegang saham terbesar, sekaligus mendukung optimalisasi investasi pemerintah dan agenda pembangunan nasional.
Riduan menambahkan, pembagian dividen interim tersebut didukung oleh kinerja keuangan perusahaan yang tetap solid hingga akhir November 2025. Hal ini tercermin dari fungsi intermediasi perbankan yang tumbuh positif, di atas rata-rata industri.
Kinerja solid Bank Mandiri ditopang pertumbuhan fungsi intermediasi, dengan penyaluran kredit mencapai Rp1.452 triliun hingga November 2025, melampaui rata-rata industri dan menegaskan komitmen sebagai mitra strategis pemerintah dalam akselerasi ekonomi nasional.
Di sisi pendanaan, Bank Mandiri mencatatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.584 triliun. Pada saat yang sama, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga di kisaran 91%, mencerminkan kondisi likuiditas yang sehat serta ruang ekspansi yang tetap memadai.
Selain itu, total aset Bank Mandiri (bank only) per November 2025 tercatat mencapai Rp 2.120 triliun, menegaskan ketahanan model bisnis perseroan dalam menopang pertumbuhan jangka menengah di tengah penyesuaian kebijakan moneter dan dinamika global.
“Ke depan, Bank Mandiri akan terus menjaga konsistensi kinerja sekaligus memperkuat kontribusi perseroan bagi perekonomian nasional melalui sinergi ekosistem Mandiri Group dan akselerasi di berbagai sektor usaha, sehingga kinerja Bank Mandiri tetap unggul dan bertumbuh secara berkelanjutan,” pungkas Riduan.
