Amerika Serikat (AS) menilai Kanada akan menyesali keputusannya mengizinkan China mengekspor 49.000 mobil listrik ke negara tersebut. Menteri Transportasi AS Sean Duffy menegaskan mobil tersebut tidak akan diizinkan masuk ke Negeri Paman Sam.
Pada tahun 2024 Kanada sebenarnya telah memberlakukan tarif 100% terhadap mobil listrik asal China, mengikuti langkah yang lebih dulu diambil Amerika Serikat. Namun, keputusan terbaru Ottawa untuk tetap mengizinkan masuknya EV China memicu kekhawatiran di Washington.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Melansir Reuters, Sabtu (17/1/2026), Pemerintah AS menilai kebijakan itu bisa membantu China memperluas pijakan di Amerika Utara, di saat Washington justru mengambil sikap semakin keras terhadap kendaraan dan suku cadang asal Kanada.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan jumlah kendaraan yang diizinkan masuk ke Kanada tidak akan berdampak pada perusahaan otomotif Amerika yang mengekspor mobil ke negara tersebut. Menurutnya, kendaraan China itu hanya akan dijual di Kanada dan tidak akan masuk ke pasar AS.
Dalam wawancara terpisah, Greer menilai keputusan Kanada itu bermasalah. Ia mengatakan ada alasan mengapa mobil China hampir tidak dijual di Amerika Serikat, yakni karena AS memberlakukan tarif untuk melindungi pekerja industri otomotif dan konsumen dalam negeri dari kendaraan tersebut.
Dalam kesepakatan baru, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan ia berharap China akan menurunkan tarif impor biji kanola asal Kanada menjadi sekitar 15% pada 1 Maret. Namun Greer meragukan manfaat kesepakatan itu dan menilai Kanada pada akhirnya tidak akan puas dengan keputusan tersebut.
Greer juga mengatakan aturan yang diberlakukan Amerika Serikat pada Januari 2025 terkait kendaraan yang terhubung ke internet dan sistem navigasi menjadi hambatan besar bagi masuknya mobil China ke pasar.
