Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menggelar rapat dengan para pejabat Kementerian ESDM, Rabu (14/1/2026). Bahlil menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait agenda strategis sektor ESDM pada 2026.
“Ini kan awal tahun, saya kasih pengarahan. Saya kasih pengarahan kepada semua pejabat di lingkungan ESDM, baik eselon 1, eselon 2, dalam rangka menindaklanjuti arahan Bapak Presiden tentang apa aja yang harus kita lakukan ke depan di tahun 2026,” terang Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Bahlil menjelaskan dalam rapat tersebut fokus utama yang dibahas ialah bagaimana target lifting migas dapat tercapai. Termasuk adanya peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), hingga percepatan hilirisasi.
“Kementerian ESDM ini adalah salah satu kementerian yang menjalankan pasal 33. Jadi kita tidak boleh main-main,” katanya.
“Saya harus menerjemahkan secara utuh apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden Prabowo kepada kami sebagai Menteri dan kepada semua aparat yang ada di Kementerian ESDM,” sambung Bahlil.
Bahlil menambahkan, telah meminta jajarannya menyusun roadmap pengembangan bioetanol yang ditargetkan terlaksana pada 2028.
“Tadi baru selesai rapat, saya lagi memerintahkan untuk lagi dibuatkan roadmap-nya ya, termasuk mandatori,” ujarnya.
