Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) melemah nyaris auto reject bawah (ARB) pada perdagangan Rabu (21/1). Pelemahan saham member Astra Grup ini terjadi menyusul pengumuman pencabutan izin usaha entitas anak UNTR, yakni PT Agincourt Resources.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
Berdasarkan data perdagangan RTI Business, saham UNTR bergerak di zona merah sejak awal pembukaan. Saat ini UNTR anjlok 14,46% ke level Rp 27.300 per lembar saham.
Saham UNTR melemah di perdagangan sepekan terakhir sebesar 13,20%. Kemudian jika diakumulasi selama satu bulanan perdagangan, saham UNTR juga melemah 2,58%.
Saat ini, volume perdagangan saham UNTR tercatat sebanyak 38,75 juta dengan nilai Rp 1,07 triliun. Meski begitu, UNTR masih mencatat tren net foreign buy atau aksi beli bersih investor asing sebesar Rp 47,48 miliar pada perdagangan Selasa (20/1) kemarin.
Saham ASII Turun
Sejalan dengan hal tersebut, saham PT Astra International Tbk (ASII) juga ikut melemah sejak awal perdagangan hari ini. ASII tercatat turun 8,93% ke level Rp 6.625 dengan volume transaksi sebesar 174,34 juta dan nilai transaksi Rp 1,14 triliun.
Sebagai informasi, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, resmi merilis 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran dan menyebabkan bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir November 2025.
Ia merinci, perusahaan tersebut terdiri dari 22 Perusahaan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) seluas 1.010.592. Kemudian 6 perusahaan lainnya bergerak di bidang tambang, perkebunan, dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (PBPHHK).
PT Agincourt Resources tercatat dalam daftar perusahaan yang bergerak di bidang tambang, perkebunan, dan PBPHHK. Perusahaan tersebut beroperasi di wilayah Sumatera Utara.
Sebelumnya Agincourt Resources telah menghentikan operasional tambang emas Martabe sejak 6 Desember 2025. Penghentian operasional ini dilakukan agar perusahaan dapat memberi dukungan kepada para korban bencana.
“PTAR telah memberhentikan sementara operasinya mulai 6 Desember 2025 untuk memungkinkan PTAR fokus untuk dapat memberikan dukungan kemanusiaan dan pada upaya tanggap darurat bencana pada masyarakat di kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan operasional PTAR akan sepenuhnya beroperasi kembali saat keadaan menjadi lebih kondusif dengan tetap berkoordinasi dengan instansi terkait,” jelas Corporate Secretary United Tractors, Ari Setiyawan, dikutip dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/12/2025).
