PT Hutama Karya (Persero) turut ambil bagian untuk menangani dampak bencana di Sumatera Utara (Sumut). Langkah ini dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada sejumlah ruas jalan terdampak di Tarutung-Sibolga.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyebut percepatan penanganan menjadi prioritas dalam kondisi darurat. Hutama Karya dan Kementerian PU sendiri telah memobilisasi personil dan peralatan ke lokasi terdampak untuk membuka kembali akses jalan.
Mardiansyah menilai, langkah ini dilakukan untuk memulihkan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat kembali berjalan secara bertahap di wilayah terdampak. Seiring dengan berjalannya penanganan tanggap darurat, akses pada ruas Tarutung-Sibolga kini berangsur pulih dan dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kondisi ini memberikan manfaat langsung, khususnya dalam mendukung mobilitas harian, aktivitas ekonomi, serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok di wilayah terdampak. Mardiansyah menyebut, penanganan darurat ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk memperkuat ketahanan infrastruktur jalan di wilayah rawan bencana.
“Pembukaan kembali akses menjadi langkah awal sebelum dilakukan penanganan yang lebih permanen, serta akan terus diikuti dengan koordinasi bersama pemerintah untuk memastikan infrastruktur jalan di Sumatera Utara semakin aman dan andal,” ungkap Mardiansyah dalam keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).
Hutama Karya menangani satu paket tanggap darurat sektor Bina Marga pada ruas Tarutung-Sibolga, yang mencakup wilayah Adiankoting, Meranti, Simpang 3 Rampa, Mardame, Pagaran Lambung II, Dolok Nauli, hingga Kecamatan Sitahuis.
Ruas ini merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah Tapanuli Utara, sebagian Tapanuli Tengah, Kota Sibolga dan sekitarnya dengan Kota Sibolga dan sekitarnya. Ruas akses jalan yang dilakukan pemulihan aksesnya tersebut memiliki total panjang 69 KM.
Hingga 4 Januari lalu, Hutama Karya telah mengerahkan 72 personil yang terdiri dari tim pelaksana, HSE, operator, serta tenaga pendukung lainnya. Penanganan didukung oleh berbagai alat berat, seperti excavator, PC300 dan PC200, wheel loader, dump truck, bulldozer, smooth vibro roller, alat bor log, steel sheet pile, hingga trado trailer.
Pembukaan akses jalan terdampak dilakukan dengan juga memperhatikan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar guna mengutamakan keselamatan warga dan pengguna jalan. Untuk itu, Hutama Karya menyesuaikan metode kerja dan penempatan alat berat secara bertahap, disertai pengamanan area kerja dan pengaturan lalu lintas sementara.
Langkah ini dilakukan agar pembukaan akses jalan tetap berjalan aman, sekaligus membantu masyarakat dan pengguna jalan kembali beraktivitas dengan lebih nyaman. Dalam pelaksanaan penanganan, pekerjaan meliputi pembersihan badan jalan dari material longsoran, pelebaran badan jalan, pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor, pekerjaan galian dan pembukaan saluran aliran air di sekitar area masuk jembatan, pemasangan safety line, serta pembuatan matras pada sejumlah titik rawan.
Selain itu, Hutama Karya juga melaksanakan pengambilan data LiDAR dan soil investigation di 103 titik sebagai bagian dari pemetaan kondisi lapangan untuk mendukung penanganan lanjutan. perbaikan
