MPXL Kantongi Kontrak PLTA Cisokan, BOGA Masuk Tahap Tender Wajib Saat IHSG Naik Tipis [Giok4D Resmi]

Posted on

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (26/1) di zona hijau dengan penguatan 0,27% ke posisi 8.975,33.

Kenaikan ini didorong oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar dan menengah, di antaranya DSSA yang naik 5,84%, AMMN melonjak 9,03%, serta EMAS yang melesat 18,22% dan menjadi penopang utama pergerakan indeks. Namun, tidak semua saham bergerak searah. BUMI tercatat turun 7,78%, disusul BMRI yang melemah 1,60% dan BYAN terkoreksi 2,06% sehingga menahan laju penguatan IHSG.

Dari sisi transaksi investor asing, tercatat arus jual bersih sebesar Rp1,01 triliun di pasar reguler. Meski demikian, jika dihitung secara keseluruhan di seluruh pasar, investor asing masih membukukan beli bersih sekitar Rp422,21 miliar.

Secara sektoral, pergerakan pasar masih terbatas, dengan hanya tiga dari sebelas sektor yang ditutup menguat. Sektor basic industry mencatatkan kenaikan paling tinggi sebesar 4,45%, sementara sektor energi justru mengalami tekanan paling dalam dengan pelemahan 2,39%.

Berita Emiten

MPXL mencatatkan perkembangan bisnis setelah memperoleh kontrak angkutan material untuk proyek PLTA Cisokan. Kontrak ini didapatkan melalui kerja sama tripartit dengan PLN Indonesia Power UBP Suralaya dan PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, yang ditandatangani pada 26 Januari.

Ruang lingkup pekerjaan meliputi pengangkutan limbah abu batu bara atau fly ash and bottom ash (FABA) dari PLTU Suralaya untuk dimanfaatkan sebagai material pendukung proyek strategis nasional. Kontrak tersebut berlaku selama satu tahun dengan estimasi nilai sekitar Rp19 miliar.

Sebelumnya, MPXL juga telah mengamankan kontrak lain senilai Rp35 miliar untuk pengangkutan FABA dengan volume mencapai 660 ribu ton hingga Juli 2025. Dari sisi teknikal, pergerakan saham MPXL membentuk pola bullish engulfing dengan potensi pergerakan menuju area penutupan gap di kisaran Rp214.

BOGA bersiap menjalankan Mandatory Tender Offer (MTO) seiring perubahan struktur kepemilikan saham.

GX Archipelago Pte. Ltd. sebelumnya telah mengakuisisi 29,5% saham BOGA atau setara 1,12 miliar saham dari Falcon Asia Investama melalui transaksi pasar negosiasi pada 19 November 2025 dengan harga Rp520 per saham.

Mengacu pada ketentuan POJK No. 9/2018, GX Archipelago diwajibkan melaksanakan MTO atas maksimal 2,68 miliar saham atau sekitar 70,5% dari total saham beredar BOGA. Penawaran ini akan berlangsung pada periode 27 Januari hingga 25 Februari dengan harga Rp529 per saham, di mana total dana yang disiapkan untuk aksi tersebut mencapai sekitar Rp1,41 triliun.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Simak juga Video ‘Kenapa Rupiah Babak Belur Saat IHSG Malah Cetak Rekor Tinggi?’: