Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkomitmen membangun industri minyak Venezuela setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap militer AS. Pihaknya akan mengambil alih kepemimpinan di Venezuela hingga proses transisi.
“Kita akan mengelolanya dengan benar. Kita akan mengelolanya secara profesional,” kata Trump dalam konferensi pers dikutip dari Fortune, Minggu (4/1/2025).
Sebagaimana diketahui, Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Hanya saja produksinya menurun dan ekonomi telah runtuh di tengah sanksi AS dan salah urus Maduro.
Trump menyarankan AS menggunakan kekayaan minyak Venezuela untuk membiayai misi tersebut dan memberikan kompensasi kepada perusahaan-perusahaan AS yang sebelumnya beroperasi di sana, tetapi asetnya dinasionalisasi oleh rezim sosialis.
“Kita akan membangun kembali infrastruktur minyak yang akan menelan biaya miliaran dolar. Itu akan dibayar langsung oleh perusahaan-perusahaan minyak dan mereka akan mendapatkan penggantian atas apa yang mereka lakukan. Tetapi itu akan dibayar dan kita akan membuat minyak mengalir,” ucap Trump.
Para analis energi memperkirakan butuh kemungkinan hampir satu dekade untuk benar-benar membangun kembali sektor minyak Venezuela dan meningkatkan ekspor.
Trump mengakui bahwa memperbarui industri minyak Venezuela bukanlah hal yang mudah, dengan mengatakan bahwa infrastrukturnya buruk. “Kita akan menggantinya dan kita akan mengeluarkan banyak uang agar kita dapat mengurus negara ini,” jelasnya.
Meskipun ia menggembar-gemborkan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan minyak AS, Trump mengklaim bahwa rakyat Venezuela akan menjadi penerima manfaat terbesar dari penggulingan Maduro.
“Kita ingin mengelilingi diri kita dengan tetangga yang baik. Kita ingin mengelilingi diri kita dengan stabilitas dan kita ingin mengelilingi diri kita dengan energi. Kita memiliki energi yang luar biasa di negara itu. Sangat penting bagi kita untuk melindunginya. Kita membutuhkannya untuk diri kita sendiri. Kita membutuhkannya untuk dunia dan kita ingin memastikan kita dapat melindunginya,” tegas Trump. ladang
