Market Overview
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (13/1) di zona positif dengan kenaikan 0,72% ke level 8.948,30. Penguatan indeks terjadi di tengah pergerakan saham yang bervariasi, dengan sejumlah emiten berkapitalisasi besar menjadi penopang utama.
Saham ASII mencatat lonjakan 4,29%, disusul TLKM yang naik 2,84%, serta MBMA yang melesat 19,23% dan masuk jajaran saham dengan kontribusi penguatan terbesar.
Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada beberapa saham tambang dan manufaktur. BRMS terkoreksi 5,16%, BUMI turun 6,88%, sementara IMPC melemah 7,14% dan menjadi saham dengan kinerja tertekan pada perdagangan hari itu.
Dari aktivitas transaksi, minat investor asing masih cukup kuat. Di pasar reguler, asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp1,45 triliun. Jika dihitung secara keseluruhan di seluruh pasar, nilai beli bersih asing mencapai Rp1,99 triliun.
Secara sektoral, mayoritas sektor berakhir menguat dengan tujuh dari sebelas sektor berada di zona hijau. Sektor basic materials mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,67%, sedangkan sektor consumer cyclicals justru mengalami penurunan terdalam sebesar 1,85%.
Berita Emiten
WIFI mengumumkan kerja sama dengan Pos Properti Indonesia (PPI) dalam rangka mempercepat pengembangan infrastruktur internet. Melalui kolaborasi ini, WIFI akan memanfaatkan 2.931 aset properti milik PPI untuk pembangunan BTS, penempatan perangkat OLT, serta dukungan fasilitas logistik jaringan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemerataan akses fixed broadband, seiring masih terbatasnya penetrasi layanan internet kabel di Indonesia. Selain itu, kerja sama ini juga dinilai mendukung persiapan proyek Internet Rakyat yang direncanakan mulai berjalan pada kuartal I 2026, dengan jumlah calon pelanggan pra-registrasi telah melampaui 900 ribu pengguna.
LFLO menargetkan peningkatan pendapatan hingga sekitar Rp100 miliar sepanjang tahun ini. Target tersebut didorong oleh ekspansi bisnis ke segmen furniture ritel, salah satunya melalui pengoperasian flagship store B&B Italia Jakarta yang resmi dibuka mulai bulan ini.
Ekspansi tersebut menandai pergeseran model bisnis perseroan dari sebelumnya berfokus sebagai distributor menuju segmen ritel kelas atas. Pada tahun buku 2024, LFLO mencatatkan penjualan sebesar Rp120,12 miliar dengan laba bersih Rp15,20 miliar.
Kinerja positif berlanjut pada semester I 2025, dengan pendapatan tumbuh 62,20% secara tahunan menjadi Rp73,07 miliar, serta laba bersih meningkat 71,44% menjadi Rp15,20 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,87 miliar.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
