PT Elnusa Tbk (Elnusa) mempercepat pekerjaan jasa eksplorasi migas dengan memperkuat kapabilitas seismik darat (Onshore) sejak awal 2026. Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk mendorong percepatan eksplorasi, termasuk dimulainya survei di kawasan strategis Indonesia bagian timur.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Akselerasi tersebut sejalan dengan strategi Elnusa yang menempatkan penguasaan teknologi mutakhir sebagai fondasi pengembangan bisnis jasa energi berkelanjutan. Melalui pendekatan inovatif, Elnusa menargetkan solusi eksplorasi yang lebih andal, presisi, dan adaptif dalam menjawab tantangan industri migas nasional.
Corporate Secretary Elnusa Rustam Aji menilai penguatan teknologi menjadi kunci utama dalam mempercepat eksekusi proyek.
“Elnusa mengawali 2026 dengan fokus mempercepat pekerjaan jasa eksplorasi melalui investasi pada teknologi seismik generasi terbaru. Penguatan ini kami lakukan untuk memastikan kualitas data yang optimal, efisiensi pelaksanaan proyek, serta penerapan standar keselamatan dan keandalan operasional yang tinggi, sekaligus mendukung agenda ketahanan energi nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026).
Ia juga menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung kegiatan survei seismik di Indonesia Timur.
“Kawasan timur Indonesia membutuhkan pendekatan teknologi yang fleksibel dan adaptif. Dengan kapabilitas yang kami miliki saat ini, Elnusa siap mendukung kebutuhan survei seismik di wilayah tersebut secara lebih cepat dan efektif,” tambahnya.
Sebagai bagian dari penguatan kapabilitas, Elnusa melakukan investasi strategis melalui pengadaan 25.000 unit STRYDE Range+ nodes dengan daya tahan operasional lebih panjang. Perangkat ini didukung oleh STRYDE Nimble System dan STRYDE Mini System yang memberikan fleksibilitas tinggi dalam perancangan serta pelaksanaan survei seismik.
Kombinasi dual-platform tersebut memungkinkan pengerjaan proyek secara simultan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya untuk survei seismik 2D maupun 3D. Teknologi seismik nodal ini dirancang untuk menjawab tantangan wilayah Indonesia Timur yang memiliki keragaman struktur geologi, medan yang kompleks, serta keterbatasan akses di sejumlah area kerja.
Lebih lanjut, sistem berskala besar dimanfaatkan untuk survei seismik 3D pada area luas, sementara sistem portabel digunakan untuk survei 2D, pengujian parameter, hingga survei awal di wilayah dengan tingkat kompleksitas tinggi. Melalui pemanfaatan teknologi ini, Elnusa menargetkan peningkatan kualitas data seismik berdensitas tinggi, percepatan waktu akuisisi, serta efisiensi biaya operasional.
Dengan penguatan kapabilitas seismik sejak awal 2026, Elnusa kian mempertegas perannya sebagai mitra strategis industri energi nasional. Ke depan, Elnusa akan terus menempatkan teknologi dan inovasi sebagai inti pengembangan bisnis jasa energi terintegrasi guna mendukung keberlanjutan eksplorasi migas dan ketahanan energi Indonesia.
