PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperluas akses layanan keuangan di masyarakat. Lewat para Account Officer (AO), PNM turut menjangkau ibu-ibu prasejahtera yang belum belum tersentuh layanan keuangan.
Bagi sebagian ibu prasejahtera, mengakses layanan keuangan kerap terasa menakutkan. Tak jarang muncul rasa sungkan atau bahkan khawatir soal sistem pinjaman yang mengharuskan adanya jaminan. Namun, pengalaman itu berubah ketika mereka berjumpa dengan AO PNM.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary menegaskan pendekatan ini merupakan bagian dari komitmen PNM dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif.
“PNM hadir untuk melayani masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan. Dengan akses pembiayaan yang bertanggung jawab dan pendampingan berkelanjutan, kami ingin mereka mendapat kesempatan memiliki produk keuangan yang aman,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026).
Dodot mengatakan pertemuan antara AO PNM dan nasabah kerap dilakukan secara sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Pertemuan tersebut berlangsung di teras rumah, balai warga, hingga area perkampungan.
Selama pendampingan, AO PNM juga menggunakan bahasa yang sederhana serta fokus mendengarkan kebutuhan nasabah. Para nasabah juga tidak hanya memperoleh pembiayaan tanpa agunan, tetapi juga didukung hingga mampu mengembangkan usahanya dan naik kelas secara berkelanjutan.
Dodot mengatakan tak jarang AO PNM mengenal secara personal kehidupan nasabahnya. Mereka kerap mengetahui nama anak-anak nasabah, memahami ritme usaha harian, hingga mengerti kapan harus memberikan dorongan dan kapan cukup menjadi pendengar. Kedekatan ini pun menciptakan rasa aman bagi nasabah karena merasa ada pihak yang mendampingi perjalanan usaha mereka dalam berbagai kondisi.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Menurut Dodot, pembiayaan tanpa pemberdayaan tidak akan cukup. “Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pengetahuan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha melalui Account Officer. Tujuannya agar kehidupan nasabah benar-benar menjadi lebih baik dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dodot menilai AO PNM menjalankan perannya dengan hati. Mereka memahami bagi nasabah, layanan keuangan bukan sekadar transaksi, melainkan bagian dari upaya bertahan dan memperbaiki kehidupan keluarga.
Ia menjelaskan konsistensi pendampingan yang dilakukan AO PNM secara berkelanjutan membangun hubungan emosional yang kuat antara nasabah dan PNM. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menciptakan rasa percaya dan aman dalam proses pengembangan usaha.
“Saat ibu-ibu prasejahtera merasa didengar, dimengerti, dan didampingi, di situlah pelayanan PNM terus berupaya menghadirkan rasa aman, harapan, dan keberanian untuk membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
