Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk menambah jumlah gerbong dan elektrifikasi kereta.
AHY menjelaskan, sektor transportasi menyumbang 22% terhadap emisi karbon. Dari angka tersebut, sekitar 89% emisi karbon disumbangkan transportasi darat. Selain itu, penambahan gerbong kereta dilakukan untuk mendorong peralihan pengguna kendaraan pribadi ke kereta.
“Kereta-kereta listrik yang saat ini sangat dinantikan, digunakan secara masif oleh masyarakat di wilayah Jabodetabek misalnya, ini harus semakin dikembangkan. Saya sudah bicara dengan Kementerian Perhubungan, dengan KAI misalnya, bagaimana kita akan menambah jumlah gerbong-gerbong kereta listrik yang sekali lagi bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di jalan raya,” ungkap AHY di Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Reaktivasi Jalur KA
Pemerintah akan mereaktivasi banyak rel kereta di Jawa. Langkah ini dilakukan tidak hanya untuk mobilisasi penumpang, melainkan juga sebagai angkutan logistik.
“Ini juga yang akan sangat mengurangi emisi karbon dan semakin mengurangi beban jalan raya. Nah, Jawa tentu sebagai pulau yang paling padat ini harus semakin dibangun sistem atau rute kereta yang menjangkau semua. Kita akan lakukan reaktivasi rel-rel yang selama ini tidak lagi aktif,” imbuhnya.
Dalam kesempatan terpisah, AHY menyebut pemerintah akan mengembangkan sektor perkeretaapian untuk menurunkan beban di jalan raya dan menekan peredaran truk obesitas atau Over Dimension Overload (ODOL).
“Kita lihat (transportasi) darat ini paling besar (sumbang emisi), mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya, untuk mengurangi sektor, yang senang orang kereta disini, ODOL,” tegas AHY dalam sambutannya di acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi.
