Warren Buffett resmi mengakhiri masa kepemimpinannya di Berkshire Hathaway. Namun tak lama setelah ia mundur dari jabatannya sebagai CEO, saham bank investasi ternama miliknya itu langsung anjlok cukup dalam.
Sebelumnya, pada hari terakhir Buffett menjabat saham Berkshire Hathaway ditutup melemah. Saham kelas A turun US$ 600 atau sekitar 0,1% menjadi US$ 754.800 pada Rabu, sedangkan saham kelas B terkoreksi US$ 1,06 atau 0,2% menjadi US$ 502,65. Pada saat yang sama, indeks S&P 500 juga turun 0,7%.
Melansir CNBC, Sabtu (3/1/2026), penurunan nilai saham ini menunjukkan bagaimana sosok Buffett berperan sangat penting dalam menjaga kepercayaan para investor. Terlebih mengingat bagaimana pria yang dijuluki sebagai Oracle of Omaha itu mampu mendorong Berkshire Hathaway tutup buku 2025 dengan keuntungan 10,9%.
Meski indeks pasar saham S&P 500 berhasil mengungguli kinerja Berkshire pada 2025 dengan capaian 16,4%, namun dalam satu dekade terakhir bank investasi milik Buffett itu tidak pernah mencatatkan tahun dengan kinerja negatif.
Meski kini Buffett sudah pensiun usai 60 tahun membangun perusahaan, dirinya tetap menjadi ketua dan berusaha untuk meyakinkan para pemegang saham bahwa masa depan Berkshire akan melampaui masa jabatannya itu.
“Menurut saya, perusahaan ini memiliki peluang lebih besar untuk tetap ada 100 tahun dari sekarang dibandingkan perusahaan mana pun yang dapat saya pikirkan,” kata Buffett dalam wawancara khusus dengan CNBC.
Usai Buffett pensiun, kursi kepemimpinan diteruskan oleh Greg Abel yang dijadwalkan mulai mengambil alih perbankan pada Kamis 1 Januari 2026. Abel mengambil alih kepemimpinan saat Berkshire memiliki kas sebesar US$ 381,6 miliar. Dalam hal ini Buffett mengatakan Abel akan memiliki wewenang akhir atas keputusan alokasi modal.
“Saya tidak bisa membayangkan seberapa banyak yang bisa dia capai dalam seminggu dibandingkan yang bisa saya lakukan dalam sebulan. Saya lebih memilih Greg yang mengelola uang saya daripada penasihat investasi papan atas atau CEO papan atas mana pun di Amerika Serikat,” ucapnya.
Sebagai tambahan informasi, saham Berkshire Hathaway pertama kali goyak dari pasar saham AS secara keseluruhan usai Buffett mengumumkan pengunduran dirinya pada Mei lalu. Hal ini dikarenakan beberapa investor mempertimbangkan apakah Abel dapat mengawasi bisnis operasional dan portofolio perusahaan yang luas sama seperti Buffett.
Buffett sendiri pergi dengan rekor yang tak tertandingi. Setelah mengambil alih kendali Berkshire pada pertengahan tahun 1960-an, ia mengubah perusahaan tekstil yang sedang kesulitan menjadi perusahaan raksasa yang terus tumbuh.
Dari tahun 1964 hingga 2024, Berkshire memberikan keuntungan tahunan gabungan sebesar 19,9%, hampir dua kali lipat dari S&P 500 yang sebesar 10,4%, menghasilkan pengembalian keseluruhan lebih dari 5,5 juta persen.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.






