Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan masyarakat bisa membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maksimal 5 pak per orang. Upaya ini guna meningkatkan akseptabilitas beras SPHP di tahun 2026.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan Bapanas sedang menggodok pemutakhiran dan penajaman petunjuk teknis penyaluran beras SPHP pada 2026. Salah satunya dengan memperlebar batas maksimal pembelian beras SPHP.
“Semula batas maksimal pembelian berada di 2 pak per konsumen atau 10 kilogram (kg). Ke depan direncanakan batas maksimal pembelian beras SPHP tahun 2026 dapat berada di 5 pak per konsumen atau 25 kg,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (18/1/2026).
Ia memastikan program beras SPHP dipastikan tetap berjalan di Januari ini usai tutup tahun 2025. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog memastikan ketersediaan pasokan beras SPHP dapat terjaga di berbagai lini pasar, sehingga dapat lebih mudah ditemui masyarakat.
Mulai Februari mendatang, alokasi SPHP beras untuk 2026 sebesar 1,5 juta ton sudah tersedia. Penyalurannya, lanjut ia, akan dilakukan sepanjang tahun alias tidak ada jeda.
“Jadi SPHP beras sudah kita buka untuk semua masyarakat, baik untuk pasar modern maupun pasar tradisional serta instansi-instansi yang akan melaksanakan program SPHP. Saat ini juga sudah tersedia pula di ritel-ritel modern,” tambah Sarwo.
Konsistensi penyaluran beras SPHP ini penting untuk memberi efek penekan ke harga beras umum di pasaran. Dalam Panel Harga Pangan Bapanas mulai terlihat pergerakan rerata harga beras medium secara nasional, meskipun masih berada tidak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kendati demikian, nantinya berkat proyeksi produksi beras bulanan secara nasional yang akan semakin tinggi karena mendekati panen raya, maka dapat mempengaruhi pergerakan harga menjadi lebih stabil. Di momen tersebut, SPHP beras akan disalurkan lebih selektif.
Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 update per Januari, produksi beras nasional di Januari dapat berada di 1,79 juta ton dan Februari dapat mencapai 2,98 juta ton. Sementara puncak panen raya diperkirakan di Maret dan April yang dapat mencapai hingga 5 juta ton untuk masing-masing bulannya.
“Imbauan kepada masyarakat untuk mencoba mengkonsumsi beras SPHP. Kualitasnya itu sejajar dengan beras medium yang ada di pasaran dan tentunya harganya lebih murah, sehingga bisa terjangkau oleh masyarakat. Apabila mendapati beras SPHP yang kualitasnya kurang sesuai, agar segera dilaporkan untuk penggantian,” tambah Sarwo.
