Trump Tutup Ekspor Minyak Venezuela Usai Tangkap Maduro

Posted on

Ekspor minyak Venezuela jatuh ke titik terendah usai Amerika Serikat (AS) memblokade seluruh kapal tanker negara tersebut. Langkah ini diumumkan usai militer AS mengklaim berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya di Caracas.

Berdasarkan sumber laporan Reuters, saat ini pengiriman minyak Venezuela lumpuh karena tak kunjung mendapat izin berlayar sejak hari Sabtu (3/1/2026). Kondisi ini terjadi menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump yang mengaku akan mengawasi transisi politik di Venezuela.

Dalam pengumuman tersebut, Trump mengaku mengembargo minyak dari negara Amerika Selatan tersebut. Imbasnya, terdapat beberapa kapal minyak mentah dan bahan bakar tujuan AS dan Asia gagal berlayar dari pelabuhan minyak utama Venezuela.

Kondisi ini juga disebut akan memangkas produksi minyak Venezuela lebih cepat. Pasalnya, kapasitas tangki penyimpanan minyak di negara tersebut nyaris terisi penuh dalam beberapa pekan terakhir, berdasarkan sumber dan dokumen perusahaan BUMN Venezuela Petroleos de Venezuela (PDVSA).

Selain itu, embargo total minyak ini juga berdampak pada operasional perusahaan minyak asal AS, Chevron. Namun hingga berita ini dimuat, PDVSA dan Chevron disebut belum menanggapi permintaan komentar.

Sebagai informasi, Nicolas Maduro dikabarkan tiba di pangkalan militer AS setelah ditangkap di Caracas, Venezuela. Maduro dikawal ketat agen FBI saat menginjakkan kaki di AS.

Dilansir AFP, Minggu (4/1/2025), Maduro terlihat dikelilingi oleh agen FBI saat ia menuruni tangga pesawat pemerintah AS di fasilitas Garda Nasional negara bagian New York, dan perlahan-lahan dikawal di sepanjang landasan.

Pemimpin sayap kiri Venezuela itu diperkirakan akan diterbangkan dengan helikopter ke Kota New York, tempat ia menghadapi tuduhan perdagangan narkoba.