Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda kenaikan tarif untuk furnitur berlapis kain, lemari dapur, dan meja rias. Penundaan dilakukan selama satu tahun hingga 2027 untuk mengendalikan kenaikan harga.
“AS terus terlibat dalam negosiasi produktif dengan mitra dagang untuk mengatasi timbal balik perdagangan dan masalah keamanan nasional sehubungan dengan impor produk kayu,” tulis lembar fakta yang ditandatangani Trump dikutip dari CNN, Jumat (2/1/2026).
Dengan penundaan itu, maka tarif untuk barang-barang tersebut tetap 25% sementara waktu. Sebelumnya, Trump mengumumkan tarif impor bagi produk lemari dapur dan furnitur berlapis kain akan naik masing-masing menjadi 50% dan 30% mulai 1 Januari 2026 dengan alasan untuk melindungi industri kayu domestik.
Trump berulang kali mengkritik Kanada atas ekspor kayu dalam jumlah besar ke AS. Hal itu dinilai menimbulkan potensi ancaman keamanan nasional, mengingat sebagian besar kayu impor berasal dari negara tetangga AS di utara.
Pemerintahan Trump semakin dikritik gagal menstabilkan harga akibat tarif yang dikenakan pada berbagai barang sejak menjabat pada awal 2025. Bahkan sebelum tarif 25% untuk furnitur, harga telah melonjak karena bea masuk pada sebagian besar barang dari China dan Vietnam yang merupakan dua sumber utama impor furnitur.
Di sisi lain, Trump menyalahkan pemerintahan Joe Biden atas inflasi. Dalam pidatonya baru-baru ini, ia berpendapat bahwa tarif pada akhirnya dapat menurunkan biaya bagi warga AS.
Simak juga Video ‘Ancaman Trump Jika Hamas Tak Lucuti Senjata: Ada Konsekuensi Berat!’:
