Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjamin pembangunan data center besar-besaran oleh raksasa teknologi untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) tak akan berdampak ke harga tarif listrik di negara tersebut.
Melansir CNBC, Selasa (13/1/2026), jaminan dari Trump terkait tarif listrik di AS merupakan bagian dari upayanya untuk menekan harga untuk konsumen. Pasalnya, harga barang dan jasa di AS terus bergerak naik sejak pengumuman tarif impor gila-gilaan pada April 2025.
Sementara pembangunan data center besar-besaran oleh raksasa teknologi untuk pengembangan AI ini telah mendongkrak konsumsi energi di daerah sekitarnya. Pada Agustus 2025, tagihan listrik warga AS naik 6% dibanding tahun sebelumnya.
“Saya tidak pernah ingin warga Amerika membayar tagihan listrik yang lebih tinggi karena Pusat Data. Oleh karena itu, Pemerintahan saya bekerja sama dengan perusahaan teknologi besar Amerika untuk mengamankan komitmen mereka kepada rakyat Amerika, dan kami akan memiliki banyak hal untuk diumumkan dalam beberapa minggu mendatang,” ujar Trump lewat Truth Social.
Karena kekhawatiran atas kenaikan harga listrik imbas pembangunan data center inilah Trump mendadak memberikan pujian kepada Microsoft, karena perusahaan itu telah berkomitmen untuk menjaga harga tetap terkendali, dan mengisyaratkan bahwa perusahaan lain akan membuat komitmen serupa.
“Pertama adalah Microsoft, yang telah bekerja sama dengan tim saya, dan yang akan melakukan perubahan besar mulai minggu ini untuk memastikan bahwa warga Amerika tidak ‘menanggung biaya’ konsumsi Listrik mereka, dalam bentuk membayar tagihan utilitas yang lebih tinggi,” kata Trump dalam unggahan itu.
Terkait hal ini, Microsoft belum memberikan komentar apapun. Namun sebelumnya Microsoft mengaku memang memberikan perhatian khusus pada dampak yang bisa ditimbulkan dari pusat datanya terhadap penduduk setempat.
Meskipun Microsoft terus melanjutkan proses pembangunan beberapa fasilitas, perusahaan tersebut menarik rencana pembangunan pusat data di Caledonia, Wisconsin. Proyek tersebut seharusnya berlokasi 20 mil dari pusat data di desa Mount Pleasant.
“Saya hanya ingin Anda tahu bahwa kami melakukan segala yang kami bisa, dan saya yakin kami berhasil, dalam mengelola masalah ini dengan baik, sehingga Anda semua tidak perlu membayar lebih untuk listrik karena keberadaan kami,” kata Brad Smith selaku presiden dan wakil ketua perusahaan, pada pertemuan umum bulan September di Wisconsin, tempat Microsoft membangun pusat data AI.
