Trump Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Bagaimana Nasib Harga Minyak?

Posted on

Penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diperkirakan tidak akan mengguncang pasar energi dalam waktu dekat. Pasar disebut telah memperhitungkan dampak dari konflik itu.

Kepala Analis dan Kepala Penelitian di A/S Global Risk Management, Arne Lohmann Rasmussen mengatakan harga minyak tidak akan melonjak dalam waktu dekat karena tindakan Trump menangkap Maduro. Pasalnya konflik ini terjadi ketika pasar minyak global mengalami kelebihan pasokan dan permintaan relatif lemah.

“Meskipun ini merupakan peristiwa geopolitik besar yang biasanya diharapkan akan positif atau mendorong harga minyak naik, intinya adalah masih terlalu banyak minyak di pasar dan itulah mengapa harga minyak tidak akan melonjak,” kata Rasmussen dikutip dari CNBC, Minggu (4/1/2026).

Venezuela memang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, namun negara Amerika Selatan ini saat ini memproduksi kurang dari satu juta barel minyak per hari, alias kurang dari 1% dari produksi minyak global. Negara itu hanya mengekspor sekitar setengah dari produksinya, atau sekitar 500.000 barel.

Rasmussen memperkirakan harga minyak mentah Brent hanya akan naik sekitar US$ 1-2 atau bahkan kurang dari itu. Ia memproyeksikan Brent akan sedikit turun minggu depan dibandingkan penutupan pada Jumat (2/1) yaitu US$ 60,75.

Analis Bob McNally dari Rapidan Energy juga mengatakan bahwa konflik ini tidak akan menimbulkan risiko yang berarti bagi pasar minyak dalam jangka pendek. Sebelumnya, pasar minyak pada 2025 telah mencatat penurunan tahunan terbesar dalam lima tahun terakhir.

Di sisi lain, harga minyak justru diprediksi akan turun karena penggulingan rezim kemungkinan bisa meningkatkan produksi minyak di Venezuela. Saul Kavonic, kepala riset energi di MST Financial memperkirakan bahwa ekspor dapat mendekati 3 juta barel dalam jangka menengah jika pemerintahan Venezuela yang baru dapat mencabut sanksi dan membuka peluang kembali investor asing.

“Mengakses cadangan minyak terbesar di dunia akan menggiurkan bagi perusahaan minyak AS jika sanksi dicabut,” ujar dia.