Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka peluang untuk memblokir ExxonMobil ikut berinvestasi menggarap ladang minyak di Venezuela. Hal ini disampaikan Trump setelah bos raksasa minyak tersebut mengatakan Venezuela “tidak layak investasi” selama pertemuan di Gedung Putih akhir pekan lalu.
Melansir SCMP, Senin (12/1/2026), sebelumnya dalam pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih pada Jumat (9/1) kemarin, CEO Exxon Darren Woods mengatakan kepada Trump bawah Venezuela perlu mengubah undang-undangnya sebelum dapat menjadi peluang investasi yang menarik.
Pernyataan skeptis Woods ini lantas dengan cepat menjadi sorotan dan merusak harapan Gedung Putih untuk membangun keterlibatan mereka dengan para eksekutif perusahaan minyak paling terkemuka di dunia.
Pernyataan ini juga dinilai berlawanan dengan Trump yang secara terbuka telah mendesak perusahaan-perusahaan minyak tersebut untuk berinvestasi US$ 100 miliar atau Rp 1.620 triliun (kurs Rp 16.200) guna merevitalisasi industri minyak Venezuela.
“Saya tidak menyukai tanggapan Exxon,: kata Trump di Air Force One dalam perjalanan kembali ke Washington pada Minggu (11/1/2026) waktu setempat.
“Saya mungkin cenderung untuk tidak melibatkan Exxon. Saya tidak menyukai tanggapan mereka. Mereka terlalu cerdik,” tambahnya. Sementara itu, hingga saat ini Exxon belum memberikan komentar terkait pernyataan Trump tersebut.
Alasan Bos Exxon Sebut Venezuela Tidak Layak Investasi
Untuk diketahui, Exxon bersama Chevron dan ConocoPhillips merupakan tiga raksasa minyak AS yang pernah menjadi mitra dari perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA. Kala itu, ketika perusahaan ini memiliki cukup banyak aset di negara kaya akan minyak itu.
Namun, pada pemerintahan mendiang Presiden Hugo Chavez, Venezuela mulai menasionalisasi industri minyak mereka antara tahun 2004 hingga 2007. Kondisi inilah yang kemudian membuat Exxon dan ConocoPhillips meninggalkan negara itu dan aset mereka disita tak lama setelahnya.
“Aset kami telah disita di sana dua kali, jadi Anda bisa bayangkan untuk masuk kembali untuk ketiga kalinya akan membutuhkan beberapa perubahan yang cukup signifikan dari apa yang telah kita lihat secara historis di sini,” kata Woods kepada Trump dalam pertemuan itu.
Karena hal ini jugalah Woods mengatakan bahwa Exxon membutuhkan perlindungan investasi yang berkelanjutan dan undang-undang hidrokarbon negara itu juga perlu direformasi.
“Jika kita melihat konstruksi dan kerangka hukum dan komersial yang ada di Venezuela saat ini, negara itu tidak layak investasi,” katanya.






