Ruas Tol Sedyatmo atau yang dikenal Tol Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) tergenang di beberapa titik imbas tingginya curah hujan sejak Sabtu, 17 Januari 2026 di kawasan Jabodetabek. Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami akibat kejadian ini.
Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad Plaza Tol Cililitan Ginanjar Bekti R menjelaskan sampai dengan pukul 06.45 WIB, terdapat dua titik genangan yang masih ditangani oleh petugas, yaitu Off Ramp-GT Pluit 3 dan KM 31+000 A Off Ramp Rawa Bokor. Petugas pertama mendeteksi genangan di Gerbang Tol (GT) Pluit 3 pada pukul 04.12 WIB dan langsung menuju ke lokasi untuk memastikan pompa beroperasi normal.
“Namun curah hujan terus meningkat dan berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan munculnya limpasan air yang cukup deras dari kawasan sekitar ke saluran air jalan tol sehingga menimbulkan genangan di jalan tol,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).
Ginanjar menyebut genangan juga terjadi di akses keluar Rawa Bokor akibat meluapnya Kali Perancis yang menyebabkan aliran air di saluran tidak dapat mengalir keluar dan menimbulkan genangan di jalan tol. Jasa Marga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane untuk penanganan lebih lanjut.
Petugas Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) dan Kepolisian terus berupaya mengurangi debit air dan melakukan pengaturan lalu lintas yang dibutuhkan. Saat ini beroperasi total 7 pompa di dua lokasi dengan tambahan 1 pompa mobile diakses Rawa Bokor untuk mempercepat penanganan genangan.
Ia mengimbau kepada pengguna jalan untuk tetap tertib diantrean dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Jika memiliki jadwal penerbangan yang mendesak, harap dapat memanfaatkan akses lain melalui JORR 2 atau dengan mempertimbangkan moda transportasi umum lainnya untuk menuju Bandara Soekarno-Hatta,” imbuh ia.






