Tarif Tol Bandara Soetta Naik 5 Januari, Ini Rinciannya

Posted on

Tarif Tol Sedyatmo atau yang dikenal Tol Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akan naik mulai 5 Januari 2026 pukul 00.00 WIB. Tol ini terakhir kali mengalami kenaikan tarif pada 20 Agustus 2023.

Penyesuaian tarif ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU) No. 1325/KPTS/M/2025 tanggal 25 November 2025 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Penyesuaian Tarif Tol Pada Ruas Jalan Tol Prof. DR. IR. Soedijatmo.

Penyesuaian tarif tol telah diatur dalam Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol dengan perubahan terakhir pada PP Nomor 17 Tahun 2021. Berdasarkan regulasi tersebut, evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali berdasarkan pengaruh laju inflasi.

Dikutip dari keterangan tertulis Jasa Marga, Jumat (2/1/2026), kenaikan tarif ini juga diperlukan sebagai wujud kepastian pengembalian investasi bagi Badan Usaha Jalan Tol sesuai Business Plan, membangun dan menjaga iklim investasi Jalan Tol di Indonesia yang kondusif, serta menjaga dan meningkatkan level of services jalan tol.

Sebagai akses utama menuju bandara terbesar di Indonesia, Tol Sedyatmo berfungsi sebagai simpul penting yang menghubungkan beberapa ruas tol utama yaitu Cawang-Tomang-Pluit, Cawang-Tanjung Priok-Pluit, Tol Lingkar Barat (JORR W1), serta Cengkareng-Batuceper-Kunciran (JORR II).

Konektivitas itu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, aktivitas logistik, serta pertumbuhan kawasan di sepanjang koridor tol. Sepanjang 2025, Jalan Tol Sedyatmo telah mencatat 79.635.889 kendaraan, yang menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses cepat dan andal menuju Jakarta maupun Bandara Soetta.

Dalam menjaga kualitas layanan, Jasa Marga telah melakukan penambahan Oblique Approach Booth (OAB) serta menyediakan 10 unit mobile reader untuk mempercepat proses transaksi. Pengoperasian 8 gerbang tol dengan total 63 gardu operasi yang terdiri dari 26 Gardu Tol Otomatis (GTO) Single dan 37 GTO Multi, menjadi bagian dari komitmennya dalam meningkatkan kelancaran transaksi.

Selain itu, Jasa Marga terus mengembangkan sistem Single Lane Free Flow (SLFF) dan integrasi transaksi dengan ruas tol lainnya untuk mewujudkan perjalanan yang semakin efisien. Sepanjang 2025, perseroan terus memperkuat layanan operasional dan pemeliharaan dengan melakukan berbagai peningkatan kualitas pelayanan.

Pada layanan lalu lintas, dilakukan modifikasi Gerbang Semi Otomatis (GSO) menjadi Gerbang Tol Otomatis (GTO), peremajaan hydrant, papan nama gerbang tol dan renovasi ruang server serta penambahan sarana atur lalu lintas seperti rubbercone dan water barrier.

Di bidang preservasi, Jasa Marga telah melaksanakan upaya pekerjaan pemeliharaan jalan tol pada beberapa titik sepanjang 11,5 km, serta melakukan rekonstruksi perkerasan seluas 2.584 m² sebagai bagian dari pemeliharaan periodik. Upaya ini diikuti dengan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU), perbaikan rambu, Median Concrete Barrier (MCB), guardrail, reflector, serta perangkat keselamatan lainnya.

Sebagai langkah mitigasi terhadap potensi genangan dan cuaca ekstrem, Jasa Marga melakukan peningkatan kapasitas saluran di sepanjang KM 26-29, penguatan tanggul, perbaikan saluran drainase, serta pemanfaatan long storage dan sumur resapan. Kesiapsiagaan juga diperkuat dengan penyediaan pompa mobile untuk memastikan respons cepat dalam kondisi darurat.

Tarif Tol Sedyatmo

Gol I: Rp 8.500,- yang semula Rp 8.500
Gol II: Rp 11.500,- yang semula Rp 11.000
Gol III: Rp 11.500,- yang semula Rp 11.000
Gol IV: Rp 12.500,- yang semula Rp 12.000
Gol V: Rp 12.500,- yang semula Rp 12.000

Simak juga Video ‘Yuk Lihat Wajah Baru Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta’: