Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyampaikan dibutuhkan anggaran sekitar Rp 25 miliar untuk revitalisasi tambak garam yang terdampak bencana di Aceh. Dana tersebut telah diajukan dan masuk ke dalam program pemulihan pemerintah.
“Dari Direktorat Jenderal Pengelola Keuangan (DJPK), itu yang dari kita yang garam, itu sekitar Rp 25 miliar. Itu yang di Aceh saja,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan program pemulihan yang diajukan KKP tidak hanya mencakup garam. Namun, juga di sektor lainnya, seperti tambak ikan.
Pihaknya akan melakukan revitalisasi di sektor kelautan dan perikanan. Namun, anggaran tersebut masih harus menunggu persetujuan pembiayaan dari DPR.
“Iya, (revitalisasi) yang terdampak sektornya, sektornya KKP. Yang kita ajukan kan, nanti mendapat persetujuan pembiayaan dari DPR,” terang Koswara.
Sebelumnya, Direktur Sumber Daya Kelautan KKP Frista Yorhanita mengatakan setidaknya, ada delapan kabupaten yang produksi garamnya lumpuh karena tambak terendam banjir. Sebanyak delapan kabupaten itu, yakni Aceh Besar, Aceh Timur, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen.
“Jadi, kami sudah mendata ternyata di Aceh itu ada 8 kabupaten yang terdampak tambak garamnya akibat kejadian musibah banjir kemarin,” ujar Direktur Sumber Daya Kelautan KKP Frista Yorhanita dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).






