Tahun Kuda Api diramal akan membawa dinamika besar dalam urusan keuangan. Sejumlah shio menerima keberuntungan dalah hal finansial, sementara sisanya perlu bekerja lebih keras sepanjang 2026 nanti.
Energi Kuda yang cepat, agresif, dan penuh dorongan membuka peluang pertumbuhan penghasilan, tetapi sekaligus meningkatkan risiko jika keputusan diambil tanpa perhitungan panjang.
Pakar Feng Shui, Suhu Hong Xiang Yi, mengatakan secara umum ekonomi global sepanjang 2026 ini akan membaik sehingga bisa membuka cukup banyak peluang baru. Namun sulit dikatakan jika pemulihan ekonomi ini dapat memberi keuntungan pada banyak pihak.
“Ekonomi secara global sedikit membaik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tapi belum cukup baik,” kata Xiang Yi kepada detikcom, Jumat (2/1/2026).
“Kalau secara keseluruhan nggak bisa digambarkan siapa lebih banyak yang kaya atau miskin. Sulit dikatakan, itu perorangan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Xiang Yi menjelaskan selama Tahun Kuda Api ini negara-negara dengan ‘ideologi’ timur cenderung lebih diuntungkan karena memiliki elemen api. Sementara negara-negara dengan paham barat diperkirakan akan mengalami tekanan karena memiliki elemen yang berlawanan, yaitu air.
“Dunia belahan timur yang bisa menghasilkan api itu cenderung lebih bagus dan yang berhubungan dengan barat yang menghidupkan air cenderung agak kurang,” terang Xiang Yi.
“Indonesia saat ini memang banyak yang mengarah ke Tiongkok tetapi masih lebih besar mengarah ke barat. Jadi ya perlu lebih berhati-hati lah. Kalau yang miskin kaya itu kita sudah memastikan. Paling kita lihat dari arah perkembangan seperti itu,” paparnya lagi.
Terlepas dari itu, ia memperingatkan pada tahun kuda api ini pengeluaran masyarakat akan cenderung lebih banyak. Terutama karena dorongan untuk membeli barang-barang secara impulsif alias dapat lebih boros dari biasanya.
“Sebetulnya itu tergantung pada wilayah kita, karena kebutuhan semakin hari semakin besar. Di kota-kota tertentu hidup semakin mahal, pengeluaran otomatis semakin cepat semakin bertambah,” tutur Xiang Yi.
“Kalaupun mau disamakan itu karena efek emosional, karena pengaruh energi api yang terlalu membara cenderung membuat orang punya gairah itu berlebihan. Jadi ya kalau misalnya mau dikatakan pengeluarannya bisa lebih banyak, ya barangkali bisa dibenarkan,” ucapnya lagi.
Untuk itu Xiang Yi sangat menyarankan masyarakat untuk lebih berhemat tahun ini, terutama untuk pengeluaran-pengeluaran yang bersifat impulsif alias mulai menahan diri.






