Sudah Ditunggu, Kapan MRT HI-Monas Bisa Dipakai Warga Jakarta?

Posted on

Progres pembangunan proyek MRT Jakarta Fase 2A dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Jakarta Kota sudah mencapai 58,89% per Desember 2025 kemarin. Angka ini sedikit di atas target pengerjaan yang berada di kisaran 53,29%.

“Alhamdulillah kita mencapai progres di angka 58,89%, lebih tinggi dari rencana 53%, dan untuk tahun 2026 ini Insyaallah kita teruskan sampai dengan angka 65,03%” terang Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, di Transport Hub, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan pembangunan fase 2A dibagi dalam tiga paket pengerjaan yakni CP201 dari Bundaran HI ke Monas, CP202 dari Harmoni sampai Mangga Besar, dan CP203 dari Glodok hingga Jakarta Kota.

“CP201 dari Bundaran HI ke arah Monas itu progres sudah di angka 91,16%. Jadi Insyaallah ini sudah hampir selesai dan siap untuk dioperasikan di tahun depan,” ucapnya.

“Untuk CP202 tadi ruas Harmoni sampai Mangga Besar, ini sudah di angka 61,56%, dan dari Mangga Besar sampai Kota sudah di angka 80,93%. Jadi total keseluruhan tadi di 58,9%” sambung Weni.

Selain itu, MRT Jakarta juga melakukan paket pekerjaan railway system dan track road untuk keseluruhan ruas Bundaran HI sampai Jakarta Kota sudah di angka 31,48%. Lalu untuk pengadaan fasilitas pelengkap dalam stasiun, semisal untuk ticketing, Perseroda sudah melakukan lelang dan kini dalam tahap evaluasi.

“Untuk paket sistem automatic fare collection atau ticketing system, ini sudah dilakukan over tender pada November 2025 lalu, dan bid submission juga sudah dilakukan pada 22 Desember, saat ini kita lagi dalam tahap evaluasi untuk pengadaan sistem ticketing MRT fase 2,” jelas Weni.

Bersamaan dengan itu, Weni mengatakan MRT Jakarta telah melakukan pembelian 8 trainset atau rangkaian kereta baru untuk persiapan operasional dari Stasiun Bundaran HI sampai Stasiun Jakarta Kota nanti.

“Nah dari yang ada sekarang 16 kita tambah lagi 8, karena harus ada cadangan gitu ya. Jadi nanti total 24 itu untuk beroperasi sampai dengan Kota untuk menjaga 5 menit headway,” terangnya.

Kemudian, pihaknya akan menambah 6 trainset lagi nanti saat pembangunan rute Jakarta Kota sampai Ancol hampir selesai. Untuk itu, Weni belum bisa menyampaikan kapan pembelian atau pengadaan trainset baru ini akan dilakukan.

“Anggaran train set itu memang karena kita beli dari Jepang, itu sebetulnya kalau dibandingkan dengan fase satu pasti kan ada inflasi kenaikan harga ya. Jadi akan jauh berbeda. Tapi kurang lebih itu untuk satu train set, itu ada enam gerbong, itu di sekitar Rp 300an miliar. Itu sudah termasuk seluruh perangkat yang di dalam,” jelasnya.

Sebagai informasi, proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2 terdiri dari dua tahap, yaitu fase 2A dan fase 2B. Fase 2A terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah (Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota) dengan total panjang jalur sekitar 5,8 kilometer.

Sedangkan Fase 2B terdiri dari dua stasiun bawah tanah (Mangga Dua dan Ancol) dan satu depo di Ancol Marina dengan total panjang jalur sekitar enam kilometer. Di mana Fase 2B sedang dalam tahap studi kelayakan.

Simak juga Video Pramono Groundbreaking Gerbang Stasiun MRT Harmoni: Pasti Ramai Sekali