Shell cs Bakal Diminta Beli BBM Produksi Lokal dari Pertamina, Ini Alasannya

Posted on

SPBU swasta nantinya membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) hasil produksi dalam negeri lewat PT Pertamina (Persero). Kebijakan ini seiring diresmikan operasional Kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur oleh Presiden Prabowo Subiato, Senin (13/1/2026).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan RDMP Balikpapan akan menggenjot produksi BBM RON 92, 95, dan 98. Tujuannya agar semua SPBU, termasuk swasta, membeli produksi dalam negeri sehingga setop impor BBM.

Bahlil juga telah melaporkan kepada Prabowo upaya menyetop impor BBM dan SPBU swasta beli BBM dari hasil produksi dalam negeri lewat Pertamina.

“Tadi malam Bapak Presiden kami laporkan rapat sampai jam 2 pagi Pak. Kami telah bersepakat dengan Pak Simon dan seluruh Direksi dan Komisarisnya tadi malam Komut hadir. Nanti Pak dengan RDMP ini kita akan meningkatkan produksi RON 92, 95 dan 98. Itu supaya tidak kita impor lagi Pak. Supaya badan-badan usaha swasta ini beli produksi dalam negeri lewat Pertamina,” ujar Bahlil dalam acara peresmian RDMP Balikpapan, dikutip dari YouTube Kementerian ESDM, Selasa (13/1/2026).

Bahlil menegaskan kebijakan tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 terkait penguasaan negara atas cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Ini perintah konstitusi, perintah Pasal 33 adalah cabang-cabang produksi yang menyangkut hajat juta orang banyak harus dikuasai oleh negara. Dan oleh karena itu negara harus menyiapkan,” kata Bahlil.

Sebagai informasi RDMP Balikpapan memiliki fasilitas utama, yakni Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC).

Dengan CDU yang menjadi jantung dari kilang Balikpapan, kapasitas kilang yang semula 260 ribu barel, kini dapat ditingkatkan menjadi 360 ribu barel minyak per hari.

Sementara itu, unit RFCC menjadi pengolah minyak mentah yang mampu mengubah residu menjadi produk yang bernilai tinggi.

Proyek ini juga terintegrasi dengan dua tangki penyimpanan raksasa Lawe-lawe yang total kapasitasnya mencapai 2 juta barel, serta Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter yang bisa melayani distribusi BBM untuk Indonesia bagian timur.

“Yang (RDMP) sekarang kualitasnya sangat bagus sekali, sudah menuju setara dengan Euro 5, dan ini menuju kepada net zero emission,” tegas Bahlil.

Tonton juga video “Warga Ngaku Senang Bisa Isi BBM di SPBU Shell Lagi”