Sekolah Tolak Muridnya Dapat MBG, BGN: SPPG Tak Boleh Memaksa

Posted on

Program penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) ditolak oleh beberapa sekolah. Hal ini dilaporkan beberapa Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Banyuwangi kepada Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang.

Nanik mendapatkan laporan beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan, menolak menerima MBG di Banyuwangi. Laporan itu didapatkan dalam pertemuan Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu

Merespons hal tersebut, Nanik memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima penyaluran MBG. Nanik meminta agar para kepala SPPG dan jajarannya tidak memaksa sekolah untuk menerima manfaat MBG bagi muridnya.

“Para Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak apa-apa,” kata Nanik dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).

Nanik bilang niat pemerintah adalah untuk memberikan Makan Gratis kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik.

Namun, dia menekankan penerimaan MBG sifatnya sukarela. Tidak boleh ada sedikitpun pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun agar sekolah mau menerima MBG.

Dia juga mengingatkan jangan sampai timbul kesan seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah. Oleh karena itu, jika ada sekolah-sekolah yanv memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah.

“Pokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,” kata Nanik.