Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat melemah menuju titik paling rendah di level Rp 16.872. Lantas, apakah pelemahan rupiah ini berpengaruh pada biaya investasi yang masuk ke Indonesia?
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menilai pelemahan rupiah belum mencapai level yang mengkhawatirkan bagi investor. Menurut Rosan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini masih dalam tahap wajar.
“Sebetulnya ini kan kalau kita lihat, USD itu kan bukan suatu kenaikan yang meningkat terus. Ini kan masih naik turun. Saya melihat ini masih dalam range yang sangat-sangat acceptable oleh investor luar juga,” ujar Rosan saat ditemui usai konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Rosan menjelaskan pergerakan mata uang sudah masuk dalam hitung-hitungan risiko investor saat memutuskan masuk ke Indonesia. “Jadi, mereka sudah memperkirakan pergerakan dari mata uang kita, kita pada saat mereka berinvestasi ke Indonesia. Jadi pergerakan itu masih dalam range yang sangat-sangat acceptable,” tambah Rosan.
Pada saat yang sama, Rosan juga menyebut ketegangan geopolitik global berdampak pada investasi yang masuk ke Indonesia. Namun, geopolitik global yang memanas ini di luar kendali pemerintah.
Untuk itu, Rosan menilai pemerintah fokus pada perbaikan iklim investasi yang dapat dilakukan, seperti regulasi. Ia juga menyebut sejumlah negara juga sudah berkomitmen investasi ke Indonesia.
“Pada saat mereka investasi mereka tau kok resiko-resikonya apa saja yang harus diperlukan. Tapi yang mereka ingin lebih, yang mereka tidak suka apabila uncertainty-nya, ketidakpastiannya itu tinggi. Itu susah diukur oleh mereka dari segi mitigasi resikonya. Tapi saya melihatnya optimis investasi kita ini akan terus berjalan baik, meningkat baik,” tambah Rosan.
Pada perdagangan hari ini, dolar Amerika Serikat (AS) melemah di pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (15/1/2026). Mata uang Paman Sam itu bergerak di zona merah pada level 16.800-an.
Mengutip data Bloomberg, dolar AS melemah 3 poin atau sekitar 0,02% ke level Rp 16.862. Adapun pada pembukaan perdagangan, dolar AS sempat berada ke level 16.860.
Pada perdagangan Rabu (14/1) kemarin, diketahui dolar AS ditutup pada level Rp 16.865. Hari ini, dolar AS diperkirakan bergerak pada rentang Rp 16.850 hingga Rp 16.863.






