Memiliki rumah merupakan impian banyak orang. Namun keinginan untuk memiliki hunian sendiri rentan gagal terjadi saat risiko kehilangan pekerjaan karena diberhentikan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin tinggi.
Sebab saat kehilangan pekerjaan karena berbagai alasan, pasti akan berdampak pada keadaan finansialnya. Keadaan ini akan lebih sulit apabila orang tersebut masih memiliki cicilan seperti KPR.
Untuk mengurangi risiko keuangan seperti ini, ada baiknya sebelum mengambil KPR yang bersangkutan memperhatikan 5 hal penting seperti kemampuan finansial hingga besaran bunga cicilan yang harus dibayarkan setiap bulan.
Melansir dari situs resmi BCA, berikut 5 tips persiapan sebelum ambil kredit kepemilikan rumah (KPR):
1. Ketahui kemampuan finansial pribadi
Bagian paling penting dalam pengajuan KPR adalah mengukur kemampuan serta kesehatan finansial pribadi. Mengetahui pemasukan dan pengeluaran setiap bulan menjadi langkah pertama yang paling penting.
Sebelum mengajukan KPR, pastikan memiliki dana yang bisa dialokasikan untuk membayar cicilan KPR setiap bulannya. Di mana besaran cicilan KPR yang disarankan adalah 30% dari total pemasukan.
Dalam hal ini, nasabah bisa menekan cicilan KPR dengan beberapa cara. Mulai dari meningkatkan jumlah penghasilan, memperbesar down payment (DP), atau memperpanjang tenor KPR.
2. Ketahui suku bunga KPR
Selain tagihan pokok, fasilitas KPR juga memiliki bunga. Ada dua jenis bunga yang berlaku dalam KPR, yaitu bunga tetap (fixed) dan bunga mengambang (floating).
Bunga tetap (fixed) berarti bunga yang diberlakukan bersifat pasti selama jangka waktu tertentu. Sedangkan, bunga mengambang (floating) berarti bunga yang diberlakukan bersifat tidak pasti akan mengikuti suku bunga yang berlaku dari tahun ke tahun.
Sebelum mengajukan KPR, penting untuk mencari pilihan suku bunga KPR yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
3. Tentukan lamanya tenor cicilan
Lamanya cicilan KPR akan sangat berpengaruh dengan jumlah tagihan per bulannya. Makin lama, nilai tagihan setiap bulan akan lebih lebih rendah. Hal sebaliknya akan dijumpai jika memilih tenor yang lebih pendek.
Penentuan tenor ini juga perlu mempertimbangkan sejumlah faktor. Salah satunya adalah kemampuan finansial, jika memiliki kemampuan finansial yang memadai ada baiknya untuk memilih tenor yang lebih pendek.
Sedangkan jika kemampuan finansial belum cukup memadai, ada baiknya untuk memilih tenor yang lebih panjang agar cicilan KPR lebih ringan.
4. Mencari tahu proses pengajuan
Pengajuan KPR biasanya membutuhkan berbagai dokumen kelengkapan. Hal ini juga bisa bergantung pada kelengkapan syarat dan ketersediaan unit rumah yang ingin dipesan.
Selain itu, ada lagi proses administratif yang perlu dilalui, baik oleh nasabah, pihak bank maupun pihak developer. Ketahui juga berapa lama waktu yang diperlukan agar pengajuan KPR dapat diproses hingga selesai.
5. Menghitung jumlah plafon kredit
Bank pemberi pinjaman biasanya akan memberikan perhitungan tentang besaran plafon kredit yang bisa diberikan. Plafon kredit adalah batas maksimal yang diberikan dalam pemberian kredit kepada nasabah. Penentuan ini untuk menurunkan risiko munculnya gagal bayar atau kredit macet oleh nasabah.
Jika memang jumlah plafon kredit yang bisa diberikan kurang untuk membeli sebuah rumah, nasabah perlu menghitung ulang pengajuan KPR. Elemen yang bisa ditambahkan adalah jumlah DP agar nilai KPR tidak melebihi jumlah plafon yang dapat diberikan oleh bank.
Baru
Simak juga Video: Aturan Baru KUR Perumahan Terbit, Apa yang Baru?






