Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani angkat bicara terkait rencana mengimpor beras ke Malaysia dan beberapa negara lainnya tahun ini. Ahmad Rizal mengatakan Bulog pada prinsipnya siap melakukan ekspor, sepanjang ada penugasan dan koordinasi lintas kementerian.
“Kami siap dalam arti tinggal kami melihat potensi dari negara mana yang akan diekspor tersebut. Nah potensi ini kami menunggu dari informasi Kementerian Perdagangan karena yang bisa berkomunikasi dengan negara antar negara adalah Kementerian Perdagangan,” ujar Ahmad Rizal di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat kemarin.
Ketika ditanya terkait berapa jumlah beras yang bakal diekspor tersebut, Rizal menjelaskan Menteri Pertanian telah memberikan arahan agar Bulog menyiapkan beras untuk ekspor sebanyak 1 juta ton.
“Kalau tadi pagi arahan dari Pak Mentan kita siapkan untuk ekspor 1 juta ton,” terang Ahmad Rizal.
Sementara untuk stok beras masih mencukupi meski dilakukan ekspor. Saat ini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini mencapai 3.351.900 ton. Stok ini akan terus bertambah karena akan karena Bulog ditargetkan menyerap beras petani lokal sebanyak 4 juta ton pada tahun ini.
“Kami Bulog ditargetkan di tahun 2026 ini targetnya serapannya adalah 4 juta ton. Jadi kalau nambah 4 juta ditambah 3 juta, ya hampir 7 juta lebih nanti stok kami. Dengan 7 juta tersebut Insyaallah kita akan maksimalkan untuk dalam negeri dulu,” jelas Ahmad Rizal.
“Kemudian kalau memang nanti ada potensi ekspor kami ke Timor-Leste atau Papua-Nugini atau bahkan ke Malaysia kita akan laksanakan ekspor sesuai dengan arahan Bapak Presiden maupun Bapak Menteri Pertanian selaku kepala Bapanas,” tambahnya.






