PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) menandatangani dokumen Kerja Sama Strategis Empat Pihak bersama China Telecom Corporation Limited Satellite Communications Branch (CTSC), PT China Telecom Indonesia (CTID), dan PT Skyconn Satelit Indonesia (Skyconn) untuk memperkuat pengembangan dan implementasi layanan komunikasi satelit di Indonesia.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan di Kantor Pusat Transmisi Satelit Telkomsat oleh Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf, General Manager China Telecom Corporation Limited Satellite Communications Branch Zhang Xin, General Manager China Telecom Indonesia Tan Guohua, serta President Director PT Skyconn Satelit Indonesia Cahyadi Burhan.
Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd Rauf mengatakan penandatanganan kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan sebagai upaya bersama untuk memperkuat ekosistem konektivitas nasional melalui pengembangan layanan komunikasi satelit.
Wilayah 3T
Melalui kolaborasi ini, para pihak berkomitmen untuk mempercepat kesiapan teknis dan operasional layanan komunikasi satelit agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, termasuk untuk kebutuhan komunikasi darurat serta penyediaan layanan komunikasi di wilayah underserved dan unserved, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Sebagai operator satelit yang melayani negara kepulauan dengan tantangan geografis yang unik, kami sangat selaras dengan misi China Telecom Satellite untuk memastikan konektivitas yang inklusif dan andal,” kata Lukman dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).
Meurutnya kesepakatan strategis ini akan menjadi landasan awal bagi semua pihak terkait untuk melanjutkan pembahasan menuju kerja sama lanjutan yang lebih komprehensif.
“Telkomsat optimistis bahwa kolaborasi ini akan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung transformasi digital dan pemerataan konektivitas nasional,” ujarnya.
Untuk diketahui, saat ini Telkomsat mengoperasikan lima satelit aktif dengan total kapasitas lebih dari 70 Gbps, serta mengelola lebih dari 30.000 node aktif yang menghubungkan lebih dari 3,5 juta pengguna, termasuk sekitar 10.000 pengguna di luar Indonesia.
Kapabilitas tersebut memperkuat peran Telkomsat dalam mendukung pemerataan konektivitas nasional melalui layanan berbasis satelit, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur terestrial.
“Menjembatani kesenjangan digital bukan hanya tantangan teknologi, tetapi juga tanggung jawab bersama kepada rakyat dan negara. Kami sangat terinspirasi oleh pencapaian China Telecom Satellite, khususnya dalam pengembangan layanan komunikasi satelit, dukungan komunikasi darurat, serta upaya menghadirkan konektivitas yang inklusif. Inovasi-inovasi ini menunjukkan bagaimana teknologi satelit dapat memberikan dampak nyata dan bermakna, terutama dalam situasi kritis dan di daerah terpencil atau yang kurang terlayani,” papar Lukman.
Simak juga Video ‘Citra Satelit Deforestasi di Sumut yang Diduga Sebabkan Bencana’:






