Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berjanji akan memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Perbaikan iklim investasi bertujuan membantu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6% pada awal tahun 2026.
Menurut Purbaya, pemerintah telah membentuk Task Force Debottlenecking guna menyelesaikan masalah investasi yang menghambat aktivitas perekonomian. Kelompok kerja ini disiapkan sebagai kanal resmi bagi pelaku usaha untuk menyampaikan kendala nyata di lapangan, yang akan diselesaikan melalui sidang debottlenecking secara berkala.
“Kita akan lakukan yang penting menurut saya debottlenecking. Saya akan perbaiki bersama 10 kementerian iklim investasi di Indonesia. Kalau Kemenkeu kan nggak bisa masuk sana, makanya dibuat suatu satgas percepatan, saya sih bilangnya ada 3 satgas, yang kedua adalah debottlenecking,” ujar Purbaya dalam acara Semangat Awal Tahun 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Bendahara Negara menjelaskan, sidang akan dilakukan setiap hari Senin secara terbuka. Nantinya para pengusaha akan melihat bagaimana upaya pemerintah melakukan perbaikan terhadap iklim investasi.
“Di situ setiap pelaku bisnis di Indonesia bisa melakukan pengaduan. Nanti setiap Senin kita akan sidangkan secara terbuka mungkin dia bisa lihat gimana kita memperbaiki iklim investasi. Selama ini baru sekali sidang di akhir Desember. Minggu ini mungkin mereka belum siap, minggu depan akan mulai sidang lagi,” tambah dia.
Purbaya menyatakan, pemerintah berkeinginan mendorong pertumbuhan di sektor riil melalui peran swasta. Ia bahkan menyebut pemerintah siap memberikan insentif dengan mempertimbangkan situasi dan keadaan.
“Dan kalau mereka butuh subsidi atau insentif kita akna pertimbankan sesuai keadaan. Yang penting kita betul-betul perekonomian jalan, nanti orang-orang atau pengusaha yang nggak punya akses ke perbankan kita perbaiki aksesnya seperti apa. Tapi yang jelas ke depan ini moneter jalan, fiskal jalan dan privat sector jalan,” tutup Purbaya.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Tonton juga video “KPK Sebut Purbaya Dukung OTT Meski Anak Buahnya Ikut Diamankan”






