Warren Buffett dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires, kekayaannya saat ini mencapai US$ 143,6 miliar atau Rp 2.429 triliun (kurs Rp 16.919).
Tidak seperti miliarder lain, gaya hidup Warren Buffett jauh dari kesan mewah dan glamor meski uangnya mampu membeli barang apa saja. Kebiasaan itu membuatnya tetap konsisten hidup sederhana sejak dulu, bahkan ketika kekayaannya sudah berlipat ganda.
Bagi Warren Buffett, uang bukan sekadar alat untuk menunjukkan status sosial. Menurutnya uang adalah alat untuk bertumbuh sehingga setiap rupiah tidak dibelanjakan dengan boros dan memilih dipakai untuk diinvestasikan agar menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang.
Dikutip dari New Trader U, Rabu (21/1/2026), berikut lima barang yang tidak pernah dibeli Warren Buffett meski sudah menjadi salah satu orang terkaya di dunia:
1. Mobil Mewah
Berbeda dengan banyak miliarder yang hobi mengoleksi mobil sport mewah, Warren Buffett memilih kendaraan yang praktis dan tahan lama. Ia kerap memakai satu mobil dalam waktu lama, sampai keluarga menyarankan untuk menggantinya.
Pilihan mobil Warren Buffet lebih ke mobil buatan Amerika yang fungsional, bukan sekadar gaya. Baginya, mobil hanyalah alat transportasi dari satu tempat ke tempat lain. Sementara mobil mewah dianggap cepat kehilangan nilai dan memerlukan biaya perawatan besar.
2. Properti Mewah
Warren Buffett tidak mengikuti tren untuk memiliki banyak properti mewah di berbagai negara seperti yang dilakukan banyak miliarder. Ia tetap tinggal di rumah sederhana yang dibelinya sejak 1958 di Omaha, Nebraska, seharga US$ 31.500.
Menurutnya, rumah itu bukan sekadar investasi finansial, melainkan sumber kenyamanan dan kenangan. Mengelola banyak properti membutuhkan waktu dan biaya besar mulai dari pajak, perawatan, asuransi, hingga pengelolaan staf.
3. Makanan Mahal dan Koki Pribadi
Dengan kekayaan yang dipunya, Warren Buffett bisa saja makan di restoran bintang setiap hari atau mempekerjakan koki pribadi. Nyatanya gaya makannya sangat sederhana, di mana ia dikenal sering mampir ke McDonald’s saat perjalanan ke kantor dan gemar minum Coca-Cola serta es krim Dairy Queen.
Warren Buffett lebih memilih makanan yang benar-benar disuka daripada mencoba makanan mewah demi pamer. Menurutnya, kepuasan makan berasal dari rasa dan kesukaan pribadi, bukan dari harga atau kemewahan makanan.
4. Fashion dan Aksesori Mewah
Jam tangan mewah, jas desainer, hingga aksesori mahal biasanya identik dengan miliarder. Warren Buffett justru memakai pakaian yang sama selama bertahun-tahun yang dianggap nyaman dan sesuai profesi.
Warren Buffett tidak menganggap perlu memamerkan status melalui barang-barang mewah. Ia memahami bahwa tren fashion berubah cepat dan membuang uang untuk mengikuti tren bukan investasi yang bijak.
5. Gadget dan Teknologi Terbaru
Meski bersahabat dekat dengan Bill Gates dan perusahaannya banyak berinvestasi di Apple, Warren Buffett lambat mengadopsi teknologi terbaru. Ia menggunakan ponsel flip hingga 2020 dan baru beralih ke smartphone setelah dorongan dari orang sekitar.
Warren Buffett tidak terjebak dalam siklus membeli gadget baru setiap tahun yang hanya menambah pengeluaran tanpa peningkatan produktivitas nyata. Ia lebih suka membaca koran fisik dan laporan tahunan daripada menghabiskan waktu di media sosial.
Pelajaran yang bisa diambil adalah pentingnya kesadaran dalam mengatur pengeluaran sesuai nilai dan tujuan, bukan untuk memenuhi ekspektasi sosial. Dengan cara ini, kekayaan bisa tumbuh secara berkelanjutan dan membawa manfaat jangka panjang.
