Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal membongkar tiang monorel mulai bulan ini. Diketahui, rencana pembongkaran tiang monorel ini telah direncanakan sejak tahun 2025.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pembongkaran akan dimulai pada minggu ke-3 bulan Januari. Pembongkaran ini rencananya akan dilakukan sendiri oleh Pemprov DKI.
“Minggu ke-3 mulai (tiang monorel dibongkar),” ungkap Pramono kepada wartawan di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Pramono mengatakan pembongkaran akan tetap dilakukan jika pemilik tiang monorel tidak bisa membongkarnya secara mandiri. Pasalnya, pihaknya telah menerbitkan surat pembongkaran paling lambat satu bulan.
“Ya, karena kami sudah mengeluarkan surat, sudah kita kasih batas waktu 1 bulan. Kalau tidak bisa mereka melakukan, kami akan melakukan sendiri,” jelasnya.
Namun begitu, Pramono tidak menyebut pasti berapa biaya pembongkaran tiang monorel tersebut. “Nanti tanyakan kepada Dinas Bina Marga,” pungkasnya.
Sebagai informasi, tiang monorel yang rencananya akan dibongkar Pemprov DKI Jakarta terletak di ruas jalan Rasuna Said. Tiang monorel ini diketahui milik PT Adhi Karya Tbk (ADHI).
Berdasarkan laporan keuangan Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai aset tiang monorel tersebut terus mengalami penyusutan dari nilai awal sebesar Rp 132,05 miliar. Kemudian menyusut hingga Rp 79,3 miliar dan Rp 73,01 miliar.
“Persediaan jangka panjang merupakan persediaan yang berupa eks tiang-tiang monorail atas pemberhentian pengerjaan Proyek Kereta Jakarta Monorail sebesar Rp 132.055.529.401 dikurangi penurunan nilai masing-masing sebesar Rp 79.369.317.901 dan Rp 73.010.637.202 pada 30 September 2025 dan 31 Desember 2024,” tulis Manajemen Adhi Karya dalam laporan keuangannya, dikutip Minggu (26/10/2025).






