Pascabencana banjir bandang di wilayah Aceh terjadi penumpukan lumpur di berbagai titik. Tumpukan lumpur ini ternyata mengundang perhatian dari sejumlah pihak swasta.
Informasi ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat koordinasi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
“Gubernur melaporkan ke saya, ada pihak-pihak swasta yang tertarik, dia bisa memanfaatkan lumpurnya di mana-mana. Jadi tidak hanya di sungai, tapi yang di sawah dan sebagainya. Silahkan ini saya kira bagus sekali (kalau ada swasta beli lumpur),” ujar Prabowo, dikutip dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2025).
Atas usulan tersebut, Prabowo meminta minat pihak swasta itu bisa dikaji sehingga bisa segera dieksekusi. Harapannya bisa membantu pelaksanaan pembersihan kuala atau muara sungai.
“Pendangkalan kuala-kuala, pembersihan kuala-kuala, membuka itu saya kira bagus sekali. Jadi akses sungai-sungai dapat bermanfaat bagi kita, sekaligus kita menghadapi kemungkinan cuaca yang ekstrem kita sudah siap,” ujar Prabowo.
“Saya sangat setuju dengan gagasan itu, tinggal nanti dirumuskan bagaimana kita melaksanakannya,” sambungnya.
Sementara itu Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga turut menyampaikan usul dari jajaran Kemenhan dan TNI agar menyegerakan pembersihan lumpur yang membuat sungai-sungai besar di Aceh menjadi dangkal.
Setelah pembersihan tersebut, kapal-kapal pembawa bantuan dan alat berat pun bisa dikerahkan secara langsung ke titik-titik pekerjaan penanganan bencana. Berbeda dengan sebelumnya yang harus dipindahkan lebih dulu ke moda angkutan darat.
“Kita lakukan dua sekaligus, satu adalah pendalaman, satu adalah yang membawa alat berat sehingga dia bisa masuk sekaligus membersihkan kayu-kayu dan sebagainya,” kata Sjafrie.
“Kita harus upayakan ini besar-besaran, tidak hanya Tamiang, tapi juga di Bieuren kita kerjakan itu, kita lihat juga kalau ada, di Sibolga,” sambungnya.






