Presiden Prabowo Subianto menyinggung ungkapan Presiden pertama Indonesia Soekarno atau Bung Karno terkait pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar bagi rakyat yakni makanan. Sebab, perut lapar tidak bisa menunggu.
Oleh karena itu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkannya ini merupakan bentuk intervensi dari pemerintahannya agar masyarakat Indonesia sepenuhnya dalam keadaan kenyang.
“Intinya adalah bahwa kita intervensi saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita salah satu ucapan Bung Karno, perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab dan punya hati dan kepedulian harus bekerja keras untuk hilangkan kelaparan dan kemiskinan. Ini tugas yang kita emban, tugas mulia dan alhamdulillah kita penuh keyakinan, kita buktikan saya sangat yakin,” ujar Prabowo dalam acara Taklimat Awal Tahun Presiden Republik Indonesia, Hambalang (6/1/2025).
Meski di awal banyak pihak menilai program MBG akan gagal, namun Prabowo menyakini hal itu tidak bakal terjadi. Menurut Prabowo program MBG sangat dinanti anak-anak di berbagai wilayah di Indonesia.
“Walaupun begitu banyak pakar yang menyinyir bahwa MBG pasti gagal. Tapi kita bukti kan kepada meraka bahwa MBG berhasil, MBG dinantikan oleh rakyat. Bahkan sekarang saya repot, saya sedih kalau ke daerah-daerah, anak-anak panggil saya kapan saya dapat MBG,” terangnya
Prabowo juga melaporkan saat ini penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 55 juta orang hanya dalam waktu satu tahun pelaksanaan.
Prabowo bilang capaian ini telah melampaui capaian dari Brazil yang telah menjalankan lebih dahulu makan bergizi gratis. Dari hasil laporan Presiden Brazil yang ia terima, dalam 11 tahun program makan bergizi dijalankan di sana baru sekitar 40 juta.
“Hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai, dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat 55 juta anak-anak Indonesia menerima makan tiap hari dan termasuk ibu-ibu hamil,” kata Prabowo.
“Ini sesuatu yang Membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui contoh Brazil presiden Brazil itu menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat dan kita satu tahun 55 juta penerima manfaat,” sambungnya.






