Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia tidak dapat menjadi negara makmur jika masih bergantung dengan impor energi dari negara-negara lain. Hal itu ia ungkap dalam agenda Taklimat Awal Tahun dengan jajaran kabinet Merah Putih di Hambalang, Selasa (6/1/2026).
Karenanya, Prabowo menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada energi. Menurutnya, capaian swasembada ini menjadi fondasi untuk lepas dari kemiskinan.
“Dasar selanjutnya adalah swasembada energi. Kalau kita tergantung dengan bangsa lain untuk energi kita, tidak mungkin kita makmur, tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan,” ungkap Prabowo dalam acara Taklimat Awal Tahun, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/1/2026).
Selain swasembada energi, Prabowo juga menargetkan kemandirian atas pangan. Swasembada pangan ini mencakup beras, jagung, singkong, yang kaya akan karbohidrat dan protein.
“Tidak ada bangsa yang merdeka bilamana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya,” tegasnya.
Prabowo menambahkan, strategi ini dinilai tepat. Pasalnya saat ini banyak negara asal impor pangan yang terlibat konflik seperti Thailand dan India.
“Sumber impor kita tadinya adalah Thailand dan Kamboja dan Vietnam. Sekarang Thailand sama Vietnam perang terus. Setelah perang, negosiasi, gencatan senjata, damai, meletus lagi, meletus lagi. Dalam keadaan seperti itu, bayangkan amankah kita tergantung impor dari negara yang konflik,” imbuhnya.
Tonton juga video “Prabowo Ungkit Kalah Pilpres: Waktu Itu Pak Luhut Nggak Dukung Saya Sih”






