Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Dukungan diberikan agar keponakan Presiden Prabowo Subianto itu memiliki lebih banyak pengalaman.
“Ya baguslah biar Pak Thomas punya pengalaman lebih luas lagi. Tadi fiskal, sekarang kalau masuk kan ke moneter, kan bagus. Saya mendukung,” kata Purbaya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Terkait pengganti Thomas Djiwandono sebagai Wamenkeu, akan diisi Juda Agung yang telah mengundurkan diri sebagai Deputi Gubernur BI.
Soal tukar posisi ini diungkap Purbaya dan dinilai sebagai pertukaran posisi yang seimbang.
Sebelum diputuskan untuk jadi Wamenkeu, Juda Agung akan bertemu dengan Purbaya. Pertemuan direncanakan akan berlangsung Selasa siang (20/1/2026).
“Itu suatu pertukaran yang saya pikir seimbang, nggak ada yang aneh. Kalau independensi nggak ada hubungannya, kecuali nanti pada waktu ambil keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah, selama ini kan nggak ada,” ujar Purbaya.
“Jadi BI independen. Kita jalankan fiskal, mereka jalankan moneter, kita koordinasi di KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) untuk memastikan kebijakannya. Walaupun sama-sama independen, tetapi memastikan kedua kebijakan bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” tambahnya.
Proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI akan segera dilaksanakan oleh parlemen. Selain Thomas, ada dua calon lainnya Dicky Kartikoyono dan Solihin M Juhro.






