Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani optimistis investasi dari dalam negeri akan terus meningkat. Hal ini tak lepas dari peran Danantara.
Sepanjang 2025, investasi yang berhasil masuk ke Indonesia mencapai Rp 1.931,2 triliun. Dari total tersebut, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 900,9 triliun atau 46,6%. Sementara, kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai 1.030,3 triliun atau 53,4%.
“Kalau kita lihat (investasi) dalam negeri peningkatannya jauh lebih besar daripada luar negeri. Kami melihat akan terus meningkat lebih besar karena faktor Danantara karena sekarang investasi mulai berjalan lagi,” kata Rosan dalam konferensi pers, di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Ia pun menyebut pada awal Danantara berdiri ada banyak hal yang perlu disiapkan, termasuk sumber daya manusia (SDM) serta regulasi. Dengan begitu, Danantara baru bisa menyuntikkan dana mulai Oktober.
Rosa memastikan Danantara pada tahun ini akan berinvestasi lebih besar lagi, termasuk di bidang kesehatan dan hilirisasi. Kendati kontribusi investasi dalam negeri lebih tinggi, Rosan memastikan investasi asing tetap terjaga.
“Saya bisa memastikan (investasi) dalam negeri (pada) 2026 akan meningkat lebih tinggi secara yoy-nya akan lebih tinggi. (Investasi asing) juga akan saya meningkat karena sekarang investasi yang masuk indo dari asing ini karena bisa tandem juga dengan Danantara,” jelas ia.
“Kita sama-sama investasi, we calculate risk sehingga peningkatannya terjaga, meskipun dalam negeri lebih meningkat karena akselerasi Danantara,” tambah Rosan.
Tonton juga video “Prabowo Semprot Bos BUMN: Sudah Rugi Minta Tantiem, Ndableg!”
