Perusahaan Minyak Raksasa AS Masih Ragu Garap Harta Karun di Venezuela

Posted on

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan para petinggi perusahaan minyak raksasa pada Jumat (9/1) untuk membujuk mereka kembali ke Venezuela. Di sisi lain, para perusahaan minyak ragu dengan investasi puluhan miliar dolar AS untuk memulihkan infrastruktur minyak di Venezuela.

Para bos perusahaan minyak AS berupaya menghindari komitmen investasi karena kondisi di Venezuela yang sangat tidak stabil saat ini. Sejauh ini, kata orang-orang tersebut, Trump belum menawarkan strategi yang meyakinkan untuk membangun kembali infrastruktur energi di Venezuela dan memastikan stabilitas jangka panjang.

Sejumlah perusahaan minyak bakal mempertimbangkan kembali jika kondisinya tepat: Ada banyak uang yang bisa dihasilkan dari cadangan minyak Venezuela.

Aturan hukum Militer Venezuela telah mengambil peran aktif dalam perusahaan minyak milik negara Petróleos de Venezuela, SA, yang lebih dikenal sebagai PDVSA. Infrastruktur energi Venezuela telah menjadi sasaran pencurian yang merajalela.

Para petinggi perusahaan minyak sebelumnya telah mencatat kepada pejabat pemerintahan AS, negara tersebut memiliki sejarah penyanderaan, dan penduduk setempat mungkin tidak akan menyukai perusahaan asing yang mengambil sumber daya alam mereka.

“Akan ada parameter yang harus ditetapkan sebelum ada investasi signifikan di Venezuela. Pertama, kita harus menegakkan supremasi hukum,” kata CEO American Petroleum Institute, Mike Summers dikutip dari CNN, Sabtu (10/1/2026).

Dalam pertemuan dengan para pejabat Trump, para bos perusahaan minyak mendesak untuk mengetahui cara AS memastikan karyawan dan peralatan yang dikirim ke daerah terpencil di Venezuela tetap aman. Jawaban dari pemerintah AS sejauh ini tidak memuaskan, kata orang-orang yang mengetahui percakapan tersebut, meskipun Menteri Energi AS, Chris Wright telah mengakui skala tantangan tersebut.

“Untuk melakukan investasi jangka panjang yang sangat besar, kita harus menempatkan pemerintah pada posisi yang lebih baik di mana mereka memiliki supremasi hukum yang aman, keamanan nasional, dan itu adalah sebuah proses,” kata Wright.