Perusahaan pemasok teknologi dan layanan global Bosch memiliki komitmen berkelanjutan. Termasuk bisnis di Asia.
Bosch berambisi untuk menangkap peluang pertumbuhan sekaligus menghadapi kompleksitas global dan regional.
Karena itu Bosch menunjuk Robert Hesse sebagai Presiden Bosch untuk Asia Tenggara dan Oceania, sekaligus Managing Director Bosch di Singapura, efektif sejak 1 Januari 2026.
Dalam peran ini, Hesse akan mendorong strategi korporasi perusahaan, operasional, serta mengarahkan keseluruhan bisnis Bosch di kawasan Asia Tenggara dan Oceania yang dinamis. Ia menggantikan Vijay Ratnaparkhe, yang kini telah meninggalkan Bosch.
Robert Hesse membawa pengalaman selama tiga dekade di berbagai sektor, termasuk peralatan rumah tangga, sistem keamanan, dan perkakas listrik.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Di Bosch, ia telah menempati berbagai posisi eksekutif di kawasan Asia Pasifik, EMEA, dan Amerika Utara. Latar belakangnya yang luas serta pemahamannya yang mendalam terhadap bisnis Bosch menjadikannya sosok yang tepat untuk memimpin portofolio bisnis Bosch yang beragam di pasar Asia Tenggara dan Oceania yang terus berkembang.
“Saya merasa sangat terhormat dan antusias untuk memimpin bisnis Bosch di Asia Tenggara dan Oceania,” ujar Robert Hesse dalam siaran pers, ditulis Minggu (18/1/2026).
Dia menjelaskan Bosch pertama kali hadir di kawasan ini lebih dari 100 tahun yang lalu, dan saat ini Asia Tenggara dan Oceania memainkan peran penting dalam strategi bisnis global Bosch untuk mempercepat pertumbuhan serta menyeimbangkan portofolio regionalnya.
“Pada 2026 dan seterusnya, kami berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak lagi teknologi terbaru Bosch ke kawasan ini serta memperluas penawaran layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan lokal,” ujar dia
Bosch mencatatkan pertumbuhan yang menguntungkan di Asia Tenggara pada tahun 2024. Total penjualan bersih mencapai 2,35 miliar euro, termasuk penjualan dari perusahaan yang tidak dikonsolidasikan serta pengiriman internal ke perusahaan afiliasi, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 17,8%.
Penjualan terkonsolidasi kepada pihak ketiga di kawasan ini tercatat sebesar 1,15 miliar euro pada 2024. Pertumbuhan tersebut didorong oleh bisnis mobilitas dan purnajual mobilitas Bosch di Indonesia dan Malaysia, serta permintaan yang kuat terhadap peralatan rumah tangga di Vietnam.
Bosch di kawasan Oceania juga mencatatkan pertumbuhan yang kuat pada tahun 2024. Total penjualan bersih mencapai 803 juta euro, termasuk penjualan dari perusahaan yang tidak dikonsolidasikan serta pengiriman internal ke perusahaan afiliasi, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 9,4%. Penjualan terkonsolidasi kepada pihak ketiga di Oseania tercatat sekitar 690 juta euro.






