Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pentingnya swasembada pangan, khususnya beras. Orang nomor satu di Indonesia itu tidak bisa membayangkan jika Indonesia masih impor beras di tengah konflik yang terjadi di mana-mana seperti saat ini.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
“Kita bisa bayangkan kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik di mana-mana, di tengah perang di mana-mana,” kata Prabowo dalam retret kedua di Hambalang, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/1/2026).
Prabowo menyebut sumber impor beras Indonesia awalnya adalah Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Saat ini Thailand dan Kamboja sedang memanas menjadi bentrokan militer setelah perselisihan terjadi selama beberapa dekade.
“Sekarang Thailand sama Kamboja perang terus. Setelah perang, negosiasi, gencatan senjata, damai, meletus lagi, meletus lagi. Dalam keadaan seperti itu bayangkan, aman kah kita tergantung impor dari negara yang konflik?” tanya Prabowo.
Prabowo juga menyinggung konflik yang terjadi antara India dan Pakistan. Konflik ini bisa mempengaruhi perdagangan internasional secara global, seperti saat pandemi COVID-19.
“Salah satu sumber makanan kita juga dari India, India perang sama Pakistan. Kita juga pernah mengalami COVID, semua negara pengekspor makanan menutup, kita tidak bisa impor walaupun kita punya uang,” imbuh Prabowo.
Prabowo lega Indonesia sudah tidak impor beras sejak 2025. Cadangan beras Indonesia di gudang Bulog bahkan saat ini disebut yang tertinggi sepanjang sejarah.
“Pernah di pemerintahan Presiden Soeharto, kita di puncaknya pernah punya cadangan beras di gudang pemerintah 2 juta ton. Hari ini, cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ungkap Prabowo.
Tonton juga video “Prabowo Gelar Retret di Hambalang, Evaluasi Program Kementerian”






