Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia menunjukan lonjakan luar biasa, menandakan momentum penting dalam transisi menuju mobilitas hijau. Indonesia Battery Corporation (IBC) menyampaikan bahwa penjualan mobil listrik di Tanah Air mencapai 40 ribu unit pada tahun 2024, mengalami peningkatan hingga 200% dibanding tahun sebelumnya yang hanya 13 ribu unit.
“Peningkatan volume dari mobil EV hampir 200%. Sebelumnya 13 ribu 2023, 2024 itu hampir 40 ribu kendaraan mobil EV yang baru keluar. Jadi itu signifikan,” terang Direktur Utama IBC Toto Nugroho.
Meski angka penjualan sangat positif, Toto mengingatkan bahwa hampir 90% dari kendaraan listrik tersebut masih menggunakan baterai berbasis Lithium Ferro Phosphate (LFP), bukan baterai berbasis nikel-meskipun Indonesia memiliki cadangan nikel melimpah
Situasi ini menyiratkan bahwa Indonesia berpotensi besar untuk memanfaatkan sumber daya nikel demi memperkuat industri baterai EV dalam negeri, mulai dari hilirisasi, pengembangan nilai tambah, hingga penguatan ekosistem. Meski pencapaian tahun 2024 sangat impresif, transisi menuju baterai berbasis nikel (misalnya Nickel Mangan Cobalt atau NMC) menjadi langkah strategis berikutnya.