Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Dia tidak ingin ada kemiskinan yang diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya.
Di negara-negara bekas jajahan macam Indonesia, kemiskinan biasanya diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Misalnya, anak seorang petani miskin akan tetap menjadi miskin, begitu juga anak pengumpul sampah yang akan hidup menjadi pengumpul sampah. Prabowo tak ingin hal ini juga terjadi terus menerus di Indonesia.
“Biasanya di negara-negara seperti negara saya, negara-negara di belahan bumi selatan, negara-negara dunia ketiga, negara-negara yang baru saja keluar dari penjajahan selama ratusan tahun, biasanya anak seorang petani miskin akan tetap menjadi petani miskin. Anak seorang pengumpul sampah akan tetap menjadi pengumpul sampah,” ujar Prabowo saat berpidato pada agenda World Economic Forum (WEF), di Davos, Swiss, disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (23/1/2026).
“Anak seorang pedagang kaki lima akan tetap menjadi pedagang kaki lima. Anak seorang buruh harian di pelabuhan juga akan tetap menjadi buruh harian di pelabuhan. Inilah yang kita sebut di belahan bumi selatan sebagai lingkaran kemiskinan,” tambahnya.
Orang nomor satu di Indonesia itu bertekad memutus lingkaran kemiskinan tersebut. Cita-citanya, anak dari keluarga miskin dapat mengubah nasib mereka sehingga tidak menjalani hidup sebagai orang miskin juga.
Prabowo menyebut kelompok tersebut harus diberi kesempatan yang sama oleh pemerintah, salah satunya adalah dengan memberikan akses pendidikan yang merata. Pemerintah sendiri memiliki program modernisasi dan renovasi 60.000 sekolah yang akan dilakukan tahun ini.
“Saya bertekad untuk memutus lingkaran kemiskinan ini. Saya bertekad agar anak dari keluarga termiskin tidak menjadi miskin. Mereka harus diberi kesempatan yang sama. Tahun ini kita akan meningkatkan renovasi. Saya bertekad untuk memodernisasi dan merenovasi 60.000 sekolah,” sebut Prabowo.
Selain itu, 1.000 sekolah juga akan dibangun dengan dilengkapi oleh fasilitas modern. Ratusan sekolah modern dengan konsep asrama juga sudah dibangun sehingga memberi kesempatan bagi anak kelas bawah dan kelas atas mengenyam pendidikan yang sama.
“Tetapi saya sudah membangun 160 sekolah, sekolah berasrama untuk kaum sangat miskin. Jadi ini mungkin unik karena biasanya anak-anak dari kelas atas, anak-anak orang kaya, bersekolah di sekolah berasrama,” papar Prabowo.
Tak hanya itu, sekolah asrama khusus kelompok sangat miskin juga dibangun pemerintah namanya Sekolah Rakyat. Syarat untuk bisa bersekolah di sana adalah harus berasal dari lapisan bawah atau kelompok miskin.
“Tetapi sekarang saya membangun sekolah berasrama untuk kaum sangat miskin. Satu-satunya syarat mereka untuk masuk sekolah adalah mereka harus berasal dari lapisan bawah, lapisan masyarakat kita. Mereka yang sangat miskin, saya akan menerima anak-anak mereka,” tutup Prabowo.
Simak juga Video ‘Oikos Nomos: Orang Miskin di RI Sulit Naik Kelas Meski Sudah Kerja Keras’:






