Pembangunan Proyek Energi Kilang Balikpapan Geliatkan Lapangan Kerja-UMKM | Info Giok4D

Posted on

PT Pertamina (Persero) terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian nasional. Upaya ini salah satunya dilakukan melalui proyek pembangunan Infrastruktur Energi Terintegrasi di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur.

Proyek terintegrasi dari hulu ke hilir tersebut terdiri dari Pipa Gas Senipah, tangki penyimpanan raksasa Lawe-lawe, CDU (Crude Destilation Unit), Fasilitas RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) Complex, hingga Terminal BBM Tanjung Batu. Hadirnya pembangunan ini diharapkan dapat menjadi salah satu penopang distribusi energi bagi masyarakat Indonesia Timur.

Tak hanya mendorong terpenuhinya energi, pembangunan proyek energi ini turut menggerakkan ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat. Manfaat ini dirasakan langsung oleh salah satu pemilik warung makan di sekitar lokasi Kilang Pertamina, Yantiz.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Setiap hari, warung yang menyediakan menu rumahan ini melayani pekerja pembangunan proyek Infrastruktur Energi Terintegrasi di Kalimantan Timur ini. Selama pembangunan proyek berlangsung, jumlah pengunjung warung pun meningkat sehingga Yanti dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Alhamdulillah, kita bersyukur. Untuk sehari-hari perputaran ada. Mudah-mudahan pekerja Pertamina, Pertamina Hulu Mahakam, dan yang makan siang tetap bisa datang ke warung sekitar sini walau proses pembangunan telah selesai,” ujar Yanti dalam keterangannya, Kamis (15/1/2025).

Dampak positif serupa juga dirasakan oleh pelaku UMKM lainnya yakni Tuti, pemilik Warung Kube Mandiri, di Mekar Sari, Kalimantan Timur. Ia mengungkapkan pada jam makan siang, warungnya kerap dipadati para pekerja proyek pembangunan kilang Pertamina.

“Makan siang ramai sekali, kadang tempat duduknya juga kurang. Lumayan sekali ada proyek itu dan sangat membantu. Harapannya proyek bisa terus berjalan sehingga yang makan semakin banyak,” ucap Tuti.

Kebahagiaan pelaku usaha tersebut mencerminkan pembangunan Proyek Infrastruktur Energi di Kilang Balikpapan, turut menggerakkan roda perekonomian daerah, termasuk peningkatan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengungkapkan keberadaan proyek Pertamina di Kalimantan Timur dapat membuka dan memperluas lapangan kerja, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pada fase konstruksi, proyek strategis nasional ini telah menyerap sekitar 24 ribu tenaga kerja, yang sebagian besar berasal dari tenaga kerja dalam negeri. Sementara pada fase operasi, kilang di Kalimantan Timur diproyeksikan akan melibatkan sekitar 2.000 tenaga kerja secara langsung, serta menciptakan efek berganda berupa peluang usaha dan lapangan kerja tidak langsung di berbagai sektor pendukung.

“Proyek yang dibangun dan dikembangkan Pertamina tidak hanya berfokus pada penguatan ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan multiplier effect yang nyata bagi masyarakat,” kata Baron.

Baron menambahkan, keterlibatan pelaku usaha setempat dalam rantai pasok proyek, penyediaan jasa pendukung, hingga kebutuhan logistik dan konsumsi selama masa konstruksi dan operasi, juga berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah Kalimantan Timur secara umum.

Dalam pelaksanaan pembangunan kilang, Baron menegaskan Pertamina juga menjaga realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kisaran 35 persen. Kebijakan ini merupakan wujud keberpihakan Pertamina terhadap kemampuan industri nasional, baik di sektor manufaktur maupun jasa agar dapat tumbuh dan berkembang bersama proyek strategis negara. Melalui optimalisasi TKDN, diharapkan menjadi katalis penguatan ekosistem industri dalam negeri serta peningkatan daya saing nasional.