Pedagang Kompak Mogok, Los Daging Pasar Klender Berubah Jadi Lorong Gelap

Posted on

Pedagang daging sapi se-Jabodetabek menggelar aksi mogok jualan mulai hari ini, Kamis (22/1). Aksi mogok ini merupakan bentuk protes atas mahalnya harga timbang sapi hidup di feedloter. Imbas aksi protes ini, lapak-lapak di area los daging di pasar tampak sangat sepi dan kosong.

Berdasarkan pantauan detikcom, Kamis (24/1/2026), kondisi ini seperti yang terjadi di Pasar Klender SS, Jakarta Timur. Pagi ini, aktivitas jual-beli di area produk segar yang terletak di lantai semi-basement pasar tampak berjalan normal.

Saat memasuki area pasar melalui pintu utama, banyak pedagang membuka lapak dengan sejumlah pelanggan datang silih berganti meski sedikit sepi karena hujan sedari tadi.

Meski tangga menuju area pasar sedikit becek dan penuh dengan sisa tanah yang terbawa alas kaki pelanggan, bagian dalam los buah dan sayur ini tampak bersih dan terang. Para pedagang mulai dari sayuran, bumbu masak, ayam potong, hingga kelapa parut tampak menawarkan dagangannya kepada setiap orang yang melintas.

Namun kondisi ini berubah drastis saat detikcom terus masuk lebih dalam ke area belakang pasar, tempat para pedagang daging membuka lapak. Area los daging ini terlihat redup dengan pencahayaan minim dengan hampir tidak ada pedagang yang menunggu di lapaknya.

Sejauh mata memandang, setidaknya hanya ada dua lapak daging yang masih berjualan produk sisa kemarin. Sementara di lapak-lapak lain terlihat kosong. Bahkan di salah satu sudut lapak pedagang seekor kucing dibiarkan naik dan duduk di atas meja dagangan, kondisi yang tak mungkin terjadi saat mereka aktif berjualan.

“Cari apa pak? Lagi pada tutup, demo semua tiga hari, Kamis, Jumat, Sabtu. Nggak ada jualan, paling sisaan doang itu,” kata Rafli selaku pedagang daging Pasar Klender SS menghampiri detikcom, mengira datang untuk membeli.

Sebagai informasi, Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta Wahyu Purnama sempat menyampaikan aksi ini mogok berjuang ini akan dilakukan selama tiga hari pada Kamis-Sabtu (22-24/1). Hal ini dilakukan karena masih tingginya harga sapi timbang hidup di feedloter. Begitu pula harga karkas dari RPH yang juga turut naik.

“Melalui surat ini maka kami memberitahukan bahwa seluruh anggota Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” ujar Wahyu dalam surat yang diterima detikcom, Rabu (21/1/2026).

Selain itu, Wahyu mengatakan pihaknya telah rapat bersama dengan Kementerian Pertanian dan instansi terkait tentang jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup selama dua pekan. Namun nyatanya, hal tersebut tidak terealisasi.

Karena itu aksi mogok ini dilakukan di seluruh pasar dan rumah potong hewan (RPH) di Jabodetabek. “Dalam rangka menjaga eksistensi dan menciptakan lingkungan yang kondusif dalam APDI sebagai organisasi dipandang perlu untuk melakukan tindakan,” terang Wahyu.